Darmawati, guru agama di Parepare [image source]
Selama ini, nasib guru di Indonesia memang sungguh memprihatinkan. Sebut saja nasib guru honorer di negeri ini yang hanya menerima gaji sekitar 300 ribu per bulannya. Sangat tidak sesuai dengan dengan ilmu dan pengabdian yang mereka berikan. Terlebih, sulitnya seorang guru mendapat sertifikasi juga mengundang perhatian.
Jauh dari masalah kelayakan gaji, masalah dalam lingkup sekolah juga nggak kalah bikin miris. Diskriminasi terhadap kaum pengajar tak henti-hentinya jadi pemberitaan publik. Yang tak habis-habis kasusnya adalah ketika seorang guru yang harus dipidana hanya karena bertindak tegas pada muridnya. Berikut ini beberapa contoh kasus guru malang yang harus ditahan karena sikap arogan para wali murid.
SMAN 3 Parepare memang membiasakan muridnya untuk selalu shalat dhuhur. Namun, pada umumnya anak remaja memang kerap berbuat nakal. Mereka masih saja berkeliaran saat adzan zuhur berkumandang. Berniat meluruskan kembali kelakuan para muridnya, Darmawati mengibaskan mukena dan akhirnya mengenai salah satu siswa berinisial AY pada Februari lalu.
Tak ada yang salah dari niat pak Mubazir, Guru sukarela SMA Negeri 2 Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan tersebut mengingatkan semua siswanya untuk tertib memotong rambut. Namun sayang, salah seorang siswa bernama Saharudin tidak menjalankan perintahnya. Hingga berhari-hari, rambut siswa tersebut masih saja memanjang.
Kita bisa bandingkan cerita pendidikan zaman dulu. Ketika si anak pulang mengadukan si guru, tentu para orangtua akan memberikan tambahan ‘omelan’. Namun yang terjadi di zaman ini sepertinya sebaliknya. Nurmayani, seorang guru Biologi SMPN 1 Bantaeng terpaksa mendekam di tahanan karena dilaporkan pada polisi telah mencubit salah seorang siswanya.
Dua kali tidak mengikuti ulangan rupanya membuat seorang guru geram. Karena hal itu, Sari mencubit salah seorang muridnya yang berusia 9 tahun. Guru mata pelajaran Bahasa Lampung di SDN Tiuhbalak Baradatu, Kabupaten Way Kanan tersebut justru dilaporkan karena tindakannya menegur siswa.
Kasus yang menimpa Sambudi merupakan salah satu yang paling fenomenal. Sebab, ketidakadilan yang menimpa guru asal Sidoarjo tersebut menarik simpati banyak rekan sesama guru. Ratusan guru rela melakukan long march dari Alun-Alun menuju PN Sidoarjo sembari menyerukan kelakuan para aparat yang menindak masalah sepele.
Itulah lima orang guru malang yang harus mendekam di tahanan karena arogansi wali murid. Dunia pendidikan di Indonesia memang terbilang miris. Semoga ke depannya, pemerintah lebih memerhatikan nasib guru, hingga tak ada lagi yang merasa didiskriminasi.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…