gempa dan tsunami sumatra [image source]
Dalam beberapa hari, masyarakat yang ada di Sumatra Utara dan Aceh hidup dalam kewaspadaan. Pasalnya banyak sekali gempa yang mengguncang wilayah. Trauma gempa dan tsunami yang melanda 11 tahun lalu membuat mereka semua jadi panik dan trauma. Akibatnya begitu gempa terjadi mereka akan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri ke tempat yang lebih aman.
Banyaknya gempa yang terjadi di sekitar Sumatra akhirnya memunculkan banyak pertanyaan. Sebenarnya apa yang terjadi dengan pulau yang menjadi wilayah paling timur Indonesia ini? Apakah ada yang tidak beres di bawah tanah Sumatra? Well, mari kita bahas satu persatu.
Salah satu gempa paling mengerikan yang dialami Indonesia terjadi pada tahun 2004 silam. Aceh diguncang dengan gempa berkekuatan 9,1 SR. Akibatnya banyak sekali bangunan rusak dan tsunami yang maha dahsyat datang dan menghancurkan semuanya. Total ada sekitar 250.000 orang dinyatakan meninggal dunia dan juga hilang. Gempa ini dicatat sebagai gempa paling banyak memakan korban jiwa sepanjang masa.
Gempa paling besar yang pernah menimpa Indonesia terjadi di Sumatra dengan kekuatan 9.2 SR. Gempa ini terjadi pada 25 November 1833. Saat itu Belanda masih menguasai Indonesia dan mencatat jika ada 6.000 orang yang ada di pesisir pantai meninggal dunia. Jadi bisa disimpulkan jika gempa besar di Sumatra sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan akan terus terjadi hingga sekarang.
Sebelum membahas apa penyebab terjadinya gempa terlebih dahulu kita akan membahas mengenai lempeng tektonik. Bumi yang kita tempat ini terdiri dari banyak lempeng tektonik yang sebenarnya selalu bergerak setiap hari. Kita yang ada di permukaan tidak akan merasakannya. Namun di bawah tanah, bumi ini tak pernah berhenti bergerak. Dalam setahun lempeng ini bergerak sekitar 5 cm.
Indonesia terletak di lempeng Eurasia (lempeng di Indonesia bernama lempeng Sunda dan masih masuk ke dalam lempeng Eurasia) yang mencakup hingga wilayah Thailand, Malaysia, China, hingga ke Eropa. Lempeng ini memiliki batas berupa lempeng lain bernama lempeng India- Australia. Batas atau boundary dari lempeng ini terletak di pesisir sebelah timur Pulau Sumatra. Atau tepatnya 200 km dari tepi pantai dan 5 km dari permukaan air laut.
Lempeng Indo-Australia berada di bawah lempeng Eurasia. Lempeng ini terus menekan ke bawah dan ingin menyusup. Akibatnya terjadi tumbukan di bawah dengan energi yang kuat. Untuk melepaskan energi ini, lempeng Eurasia yang ada di atasnya akan bergerak ke atas. Di sinilah gempa akan terjadi hingga mengakibatkan banyak kerusakan di permukaan. Bahkan getarannya bisa menyebabkan terjadinya tsunami yang mengerikan.
Indonesia, khususnya Sumatra bukanlah satu-satunya wilayah yang rawan gempa dan tsunami. Negara seperti Jepang juga mengalaminya. Bahkan di Jepang ada beberapa titik pertemuan lempeng. Salah satu yang terbesar adalah lempeng Pasifik yang bertemu dengan lempeng Okhotsk dan lempeng Filipina. Hal ini menyebabkan wilayah Jepang banyak sekali mengalami gempa karena tanah di bawahnya selalu bergerak.
Apa yang dilakukan oleh Jepang ini hendaknya juga diterapkan di Indonesia. Pasalnya negeri ini juga menjadi sarang gempa. Jika tidak ingin mengulang masa suram seperti dulu kita semua harus lebih waspada. Apalagi bumi tidak bisa ditebak pergerakannya. Kadang cepat, kadang lambat hingga manusia jadi tidak ambil pusing.
Sebagai manusia tentu kita tidak menginginkan lagi gempa terjadi di Indonesia, khususnya Sumatra. Namun sekali lagi perlu ditegaskan. Bumi kita selalu bergerak dengan konstan. Pasti ada saja kejutan-kejutan yang akan ditimbulkan. Tumbukan-tumbukan lempeng yang ada di bawah tanah pasti tetap terjadi meski tak selalu memberikan efek mengerikan.
Itulah jawaban mengapa banyak sekali gempa yang terjadi di Sumatra. Ternyata masalahnya memang murni karena alam. Ada pergerakan lempeng yang tak bisa dikendalikan manusia. Kita sebagai makhluk yang lemah, hanya bisa berharap semoga bencana besar seperti gempa tidak akan terjadi lagi. Pun jika tetap terjadi tidak akan memakan korban jiwa.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…