Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya. Hal tersebut terepresentasikan dari banyaknya tayangan yang membawa nama Indonesia hingga ke kancah internasional, salah satunya adalah film.
Ada banyak sekali film yang menceritakan tentang adat dan budaya, keindahan alam serta berbagai macam gaya hidup yang Indonesia banget. Sayangnya, kadang film-film tersebut tidak banyak kita ketahui, sebagai contoh saja Marlina: Si Pembunuh dalam Empat Babak atau Skala Niskala. Nah, kali ini Boombastis.com lagi-lagi akan membahas film yang go Internasional dan bercerita tentang kehidupan seorang penari lengger. Seperti apakah film-nya? Simak dalam ulasan berikut ya!
Nama Garin Nugroho rasanya tak asing lagi di dunia perfilman Indonesia. Ia adalah sineas berbakat yang terus menelurkan karya-karya terbaiknya. Ia dikenal berkat film Cinta dalam Sepotong Roti yang populer pada tahun 1990. Kucumbu Tubuh Indahku atau dalam judul Bahasa Inggrisnya Memories of My Body adalah film teranyar (berdurasi panjang) Garin yang akan tayang premier hari ini pada perhelatan Jogja NETPAC Asian Film Festival 2018.
Kebanyakan film Indonesia yang mengangkat cerita budaya negara kita lebih dulu memang dinikmati di negara lain terlebih dahulu. Kucumbu Tubuh Indahku ini juga sudah tayang premier dalam Festival Film Internasional Venesia (Orizzonti Venice International Film Festival) Italia, yang dihelat pada 29 Agustus – 8 September 2018 lalu.
Kompetisi ini merupakan ajang yang sudahada sejak 2010, di mana film yang mewakili estetika dan ekspresi terbaru dalam perfilman internasional dilombakan. Karya Garin Nugroho sendiri merupakan satu-satunya wakil dari Indonesia.
Film ini terinspirasi dari kehidupan nyata seorang penari sekaligus koreografer dunia asal Banyumas, Jawa Tengah, namanya Rianto. Rianto adalah seorang pria kelahiran tahun 1981, yang dulunya mengalami diskriminasi dalam kelompok tarinya. Namun, hal tersebut tak lantas membuat Rianto berhenti menari.
Sesuai dengan kehidupan Rianto, film Kucumbu Tubuh Indahku ini mengisahkan perjalanan hidup seorang anak lelaki yang meleburkan sifat maskulin dan femininnya secara alami. Namanya Juno (Muhammad Khan), yang sedari kecil hingga dewasa terkenal sebagai penari lengger (jenis tarian perempuan yang dibawakan penari laki-laki).
Diansir dari seleb.tempo.co, film ini berhasil memenangkan penghargaan Cultural Diversity Award under the patronage of UNESCO pada perhelatan Asia Pasific Screen Awards (APSA) ke-12 di Brisbane, Australia. Sebagai imbalannya, ia akan diputar di UNESCO, Paris, Perancis, pertengahan bulan Desember mendatang. APSA menobatkan Kucumbu Tubuh Indahku sebagai karya terbaik dan berhasil mengalahkan keunggulan sinematik 70 negara lain yang ikut berpartisipasi.
BACA JUGA: Diremehkan di Negeri Sendiri, 7 Film Indonesia Ini Malah Sabet Penghargaan di Luar Negeri
Film ini sangat layak untuk ditonton dan diapresiasi. Rianto sendiri ikut ambil bagian dalam film tersebut, beradu peran dengan seniman artis papan atas seperti Sujiwo Tejo, Muhammad Khan, Randy Pangalila, Teuku Rifnu Wikana, serta banyak sosok lain. Mari kita hargai karya anak bangsa yang telah mengharumkan Indonesia di mata dunia.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…