Membaca kembali sejarah-sejarah tentang Soekarno kita akan selalu dikejutkan akan banyak hal. Entah tentang pidato beliau yang menggelegar dan mengganyang, sampai soal gregetnya CIA ingin membuatnya runtuh. Untuk yang kedua itu, bukanlah sekedar wacana atau cerita hiperbolis, namun memang benar-benar terjadi dan direncanakan sangat matang.
Pengaruh Bung Karno sangat meluas di dunia. Namun, apa yang beliau lakukan kadang berseberangan dengan Amerika. Alhasil, AS pun begitu greget dengannya. Lalu muncul lah berbagai wacana untuk melenyapkan Putra Sang Fajar. Salah satunya adalah dengan membuat video propaganda yang isinya adalah tentang skandal Bung Karno yang tidur dengan seorang wanita.
Soal pembuatan video tersebut, hal itu memang diakui oleh mantan CIA bernama Joseph B Smith. Berikut adalah beberapa penuturan Smith soal video dewasa yang sedianya dipakai untuk meruntuhkan Bung Karno tersebut.
Bung Karno tak hanya tenar di dunia sebagai sosok berpengaruh, tapi juga pecinta wanita. Memang, hampir tak ada satu pun wanita yang bisa menolak pesona seorang pembesar sepertinya. Bahkan Marylin Monroe saja langsung manja ketika bersama sang Proklamator.
Rencana sudah sangat matang, tapi CIA kesusahan untuk menggarapnya dengan maksimal. Masalah utamanya, mereka tak bisa menemukan satu orang pun pria yang mirip-mirip dengan Soekarno. Si mantan CIA tadi yang bernama Joseph B Smith itu, mengungkapkan jika CIA sampai harus bekerja sama dengan sebuah agen di Los Angeles.
Meskipun kesusahan mencarikan peran, tapi CIA ternyata sudah mempersiapkan skenario ceritanya. Jadi, film ini bercerita tentang Bung Karno yang akan melakukan lawatan ke Soviet kemudian bertemu dengan seorang agen wanita dari negara itu. Nah, si agen ini diceritakan akan menyamar menjadi seorang pramugari.
Tak hanya CIA, rencana ini ternyata juga melibatkan agen-agen FBI. Bahkan FBI bikin film dewasa Soekarno versi mereka sendiri. Meskipun begitu, film kedua buatan FBI ini tak lepas dari supervisi CIA.
CIA dan FBI sudah punya amunisi untuk membuat Soekarno runtuh. Namun, mereka pada akhirnya tak jadi menyebarkan video ini. Alasannya sendiri tidak jelas. Tapi berkaca dari pengalaman sebelumnya, propaganda berupa film dewasa ini kebanyakan berakhir buruk dan merugikan Amerika sendiri.
Untungnya, film ini tak jadi disebar ketika itu. Kalau sampai terjadi, maka akan terjadi gonjang-ganjing di NKRI. Sebenarnya tak hanya itu saja, dampak film ini juga bisa berlaku sebaliknya. Ketika ketahuan hanya rekayasa, maka Amerika sendiri yang justru tercoreng mukanya. Ternyata sampai segininya ya barat ingin menjatuhkan Bung Karno.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…