Wisata horor yang ditawarkan oleh Jakarta Mystical Tour sejatinya sangat menarik dan cukup menantang. Berjalan menyusuri tempat-tempat yang terkenal dengan nuansa mistisnya, kegiatan ini jelas banyak menyedot animo masyarakat. Namun sayang, ada kejadian yang kurang mengenakan di balik salah kegiatan yang diselenggarakan.

Dilansir dari travel.tempo.co, para peserta hampir saja mengalami musibah saat rombongan mengunjungi lintasan rel kereta tempat Tragedi Bintaro 1987 terjadi. Di lokasi yang memang kental dengan aura mistis tersebut, mereka yang mengikuti kegiatan tur hampir saja tersambar kereta yang lewat. Kok bisa sih?

Panitia penyelanggara luput memastikan soal jadwal kereta yang melintas

Rombongan wisata Jakarta Mystical Tour saat berkumpul di rel lintasan tragedi Bintaro 1987 [sumber gambar]
Ketidaktahuan soal jadwal kereta yang melintas, menjadi akar masalah yang membuat acara yang digagas oleh Jakarta Mystical Tour ini berantakan. Alhasil, mereka yang terlanjur berada di lokasi sempat panik karena sebuah kereta tiba-tiba melintas di jalur yang penuh dengan peserta. Ananda Satria mengatakan sudah memantau jadwal kereta, namun acara tak sesuai perencanaan. “Permintaan akan meminta maaf secara terbuka,” ucapnya yang dilansir dari travel.tempo.co.

Peserta mengalami luka dan cedera karena menghindari lajunya kereta api

Ilustrasi rel kereta api [sumber gambar]
Karena ada kereta yang tiba-tiba melintas, secara otomatis peserta berhamburan tak karuan untuk menyelamatkan diri. Mirisnya, beberapa di antara mereka mengalami luka-luka karena terjatuh saat menghindari kereta. Bahkan, ada pula yang tercebur ke selokan yang berada di samping rel, hingga handphone milik peserta mengalami kerusakan karena panik saat menghindari kereta.

Sosok penghuni lokasi yang ternyata tidak menerima kedatangan peserta tur

Pemandu Museum Taman Prasasti, Eko Wahyudi (kiri) saat menyambut rombongan para wisatawan Jakarta Mystical Tour [sumber gambar]
Tak hanya kejadian yang hampir membuat peserta celaka, seorang pemandu sekaligus cenayang juga meminta rombongan segera meninggalkan lokasi perlintasan. Bukan apa-apa, tempat tur yang merupakan bekas kecelakaan Tragedi Bintaro 1987 itu memang dikenal angker. Bahkan menurut sang pemandu yang dilansir dari travel.tempo.com menuliskan, makhluk halus penunggu di sekitar lokasi ternyata tidak menerima kedatangan mereka.

Acara tur yang sejatinya bakal berlanjut ke tempat-tempat angker di Jakarta

Ilustrasi TPU Jeruk Purut yang juga jadi lokasi wisata selanjutnya [sumber gambar]
Salah seorang peserta tur yang bernama Manta menjelaskan, pihak panitia bahkan masih menawarkan pada dirinya untuk meneruskan perjalanan ke TPU Jeruk Purut, Taman Langsat, Menara Saidah, dan Terowongan Casablanca. Padahal, saat itu dirinya masih merasa shock lantaran hampir saja tersambar kereta. “Saya malah ditawari lanjut ke Jeruk Purut di tengah kondisi seperti itu. Kami menolak dan perjalanan tidak dilanjutkan,” ujarnya yang dikutip dari travel.tempo.com.

Kisah Tragedi Bintaro 1987 yang menjadi salah satu sejarah kelam di Indonesia

Tragedi Bintaro 1987 [sumber gambar]
Kisah kelam di perlintasan Bintaro memang sangat membekas di dalam ingatan, terutama bagi masyarakat Jakarta. Peristiwa yang kelak dikenang sebagai Tragedi Bintaro tersebut, merupakan kasus kecelakaan yang melibatkan dua kereta api KA 225 jurusan Rangkas Bitung-Jakarta Kota dengan KA cepat 220 jurusan Tanah Abang-Merak. Tabrakan yang tak terhindarkan pun memakan 156 korban jiwa dan puluhan lainnya luka-luka.

BACA JUGA: Cabut Puluhan Nyawa di Tragedi Bintaro, Eks Masinis Ini Ceritakan Hal yang Bikin Merinding

Wisata ke lokasi-lokasi yang dianggap mempunyai aura mistis, sejatinya memang cukup menarik. Terutama bagi mereka yang gemar dengan kegiatan berbau ‘uji nyali’. Dengan adanya peristiwa di atas, semoga saja bisa menjadi pembelajaran untuk acara sejenis sehingga ke depannya bisa dipersiapkan lebih matang.