Categories: Trending

5 Fakta Menarik tentang ‘Pribumi’ Asli Indonesia Ini Tak Banyak Diketahui Orang

Selama ini kita kerap mendengar kata “pribumi” atau “pendatang”. Banyak orang mengatakan bahwa pribumi adalah mereka yang tinggal lama di Indonesia. Suku-suku yang menempati wilayah di Indonesia dianggap sebagai pribumi dan suku pendatang seperti Tionghoa, India, hingga Arab dianggap sebagai pendatang.

Lantas, sesederhana itukah kita menyebut pribumi dan pendatang? Sebenarnya berasal dari manakah kata pribumi dan pendatang itu berasal. Berikut beberapa penjelasan dan fakta menarik dari pribumi yang barangkali belum pernah Anda dengan sebelumnya.

1. Kedatangan Penghuni di Tanah Nusantara

Kalau kita beranggapan pribumi adalah orang yang asli atau paling lama tinggal di wilayah Nusantara, maka Homo erectus lah yang merupakan pribumi. Berdasarkan penelitian dari berbagai ilmuwan dan antropolog, Homo erectus datang ke wilayah Nusantara yang saat itu masih berupa benua besar sekitar 1,5 juta tahun yang lalu.

Homo erectus [image source]
Para manusia purba tertua yang berhasil diidentifikasi ini datang dari benua Afrika. Mereka berjalan di sepanjang bibir pantai selama bertahun-tahun hingga akhirnya bisa sampai di Indonesia kuno. Fosil dari Homo erectus banyak di temukan di Indonesia terutama di Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Manusia purba jenis ini akhirnya dinamai dengan Pitecanthropus erectus.

2. Penduduk Kawasan Papua Adalah Pribumi Indonesia

Masih menyambung poin pertama. Kalau kita menanggap bahwa pribumi adalah mereka yang masih bisa bertahan hingga sekarang, dalam hal ini Homo sapiens, maka ras Melanesia lah yang pantas disebut dengan pribumi. Manusia purba yang menjadi nenek moyang manusia modern yang muncul sekitar 100.000 tahun yang lalu ini kini menjadi suku-suku yang tinggal di kawasan Papua.

Melanesia [image source]
Dahulu kala, paparan Sahul masih menyatu hingga Australia dan Papua tak dipisahkan oleh laut seperti yang terjadi saat ini. Ras melanesia menyebar ke kawasan Papua hingga akhirnya menjadi suku Sani, Asmad, dsb. Mereka yang menyebar di kawasan Australia menjadi Suku Aborigin dan yang ke Thailand menjadi Suku Mani.

3. Kedatangan Ras Melayu-Asutronesia

Setelah suku-suku di kawasan Indonesia Timur menetap, baru datanglah ras Melayu-Austronesia yang bergerak di kawasan Indonesia hingga Mikronesia. Ras ini akhirnya beradaptasi dan menjadi  suku-suku yang ada di kawasan Pulau Sumatra, Jawa, dan juga Kalimantan serta sebagian Sulawesi.

Melayu-Asutronesia [image source]
Kalau kita beranggapan bahwa pribumi merupakan mereka yang pertama tinggal di Indonesia, maka suku di Papua lah yang bisa diberi label itu. Kedatangan ras yang akhirnya menjadi penduduk dominan di Indonesia baru terjadi beberapa saat setelah rasa Melanesia menetap dan membentuk peradaban yang masih bertahan hingga sekarang.

4. Pribumi Bentukan Penjajah Belanda

Ketika Belanda datang dan akhirnya satu per satu menguasai kawasan Indonesia. Mereka membagi masyarakat di negeri ini menjadi tiga golongan kasta yang berbeda. Pertama adalah kasta tertinggi yang berasal dari kaum Belanda itu sendiri. Mereka menganggap dirinya superior hingga bisa melakukan apa saja terhadap masyarakat yang dianggap memiliki kasta kelas bawah.

Pribumi [image source]
Kasta kedua yang dibuat oleh Belanda adalah pendatang dari negeri Timur seperti orang Tiongkok, India, dan Arab yang kala itu banyak melakukan transaksi jual beli di Indonesia. Terakhir adalah pribumi atau dalam bahasa mereka disebut dengan inlander. Para Inlander atau pribumi atau bumiputra adalah masyarakat kelas bawah yang direndahkan dan dianggap tak berhak mendapatkan apa-apa dari negeri ini.

5. Sebuah Peyorasi dan Ameliorasi dari Pribumi

Ketika Belanda masih menguasai kawasan Indonesia, kata pribumi selalu diidentikkan dengan sesuatu yang rendah. Kata ini mengalami peyorasi hingga siapa saja yang berjuluk pribumi bisa diperlakukan dengan sangat buruk. Padahal kata ini hanya menunjukkan siapa yang asli negeri ini dan siapa yang merupakan pendatang.

orang Indonesia [image source]
Kata pribumi yang awalnya berkonotasi negatif mendadak mengalami ameliorasi atau makna yang tinggi. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya pejuang di masa lalu yang bertarung habis-habisan. Label pribumi yang menempel menjadi kebanggaan hingga akhirnya mau berjuang bersama-sama hingga negeri mampu merdeka dan berkembang seperti sekarang.

Demikianlah fakta menarik tentang pribumi Indonesia yang tak banyak diketahui oleh banyak orang. Menurut Sobat Boombastis semuanya, penggunaan pribumi masih revelan dengan keadaan sekarang atau tidak?

Share
Published by
Adi Nugroho

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

2 weeks ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago