Sudah sedari dulu, hubungan antara Indonesia dan Malaysia kerap diwarnai gesekan dari kedua belah pihak. Terlebih, fakta sejarah membuktikan bahwa Nusantara juga sempat terlibat konfrontasi degan negeri Jiran di era Presiden Sukarno. Mulai tuduhan negara boneka Inggris, hingga dianggap suka main klaim kebudayaan asli Indonesia. Salah satunya ada kasus lagu Rasa Sayange yang membuat kedua negara panas pada 2007 silam.
Memasuki tahun 2019, muncul video Perdana Menteri Mahathir Mohamad bergandengan tangan bersama pemuda di Jepang sambil menyanyikan Rasa Sayange. Dalam unggahan akun Twitter ERAdotje, terlihat pemimpin kelahiran 10 Juli 1925 itu tampak riang bernyanyi. Seolah teringat akan ‘luka lama’ di masa lalu, seperti apa lagu Rasa Sayange yang bikin Indonesia dan Malaysia ribut satu sama lain?
Mungkin, tak banyak yang kenal dengan sosok Paulus Pea. Padahal, legenda musik asal Maluku itu diyakini sebagai pencipta lagu Rasa Sayange. Hal in ditegaskan oleh Edward Pea yang merupakan adik kandung Paulus, di mana ia menyaksikan bahwa lagu Rasa Sayange memang diciptakan oleh sang kakak. “Setiap kali mengajar di sekolah, kakak saya selalu meminta para guru untuk menyanyikan Lagu Rasa Sayange di hadapan murid-muridnya. Begitu pula sebaliknya” tutur Edu, sapaan akrab Edward yang dikutip dari News.detik.com.
Kisruh soal lagu Rasa Sayange ini muncul saat Malaysia menggunakannya sebagai bahan promosi wisata. Saat itu, Kementerian Pariwisata Malaysia menggunakan lagu tersebut untuk memperkenalkan turisme negaranya. Tak tinggal diam, Indonesia pun keberatan dan melayangkan protes. Enggan kalah, Malaysia melalui Menteri Pariwisata saat itu, Adnan Tengku Mansor, membela diri dengan mengatakan bahwa lagu tersebut adalah karya Nusantara.
Belakangan, pembelaan Adnan Tengku Mansor akhirnya terpatahkan dengan fakta yang ada. Dilansir dari CNNindonesia.com, terkuak bukti bahwa lagu itu pertama kali direkam di Studio Lokananta, Solo, pada 1962 dengan gramophone alias piringan hitam. Perang ‘saling klaim’ pun mereda seketika. Hal ini dikuatkan kembali dengan pernyataan Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Budaya Malaysia, Rais Yatim, pada November 2007. Saa itu, dirinya mengakui Rasa Sayange sebagai lagu milik Indonesia.
Setelah masalah tersebut berlalu, kini muncul kembali rekaman video tentang lagu Rasa Sayange. Dalam tayangan tersebut, terlihat PM Mahatir Mohammad bergandengan tangan dengan siswa asal Jepang sambil ikut menyanyikan lagu Rasa Sayange. Di dalamnya, terlihat tulisan Global Arena, salah satu gedung terkenal di Fukuoka, Jepang. Meski demikian, Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta menolak mengonfirmasi dengan dalih tak ada perwakilan mereka di lokasi.
BACA JUGA: Inilah 4 Jasa Tak Terlupakan yang Dilakukan Malaysia Kepada Bumi Pertiwi
Sebagai orang Indonesia, tentu kita marah jika ada budaya-baik itu berupa kesenian dan lagu, diklaim oleh negara lain sebagai miliknya. Tapi hal ini juga menjadi kritik ke dalam. Di mana selama ini mungkin banyak generasi muda yang kadang tak lagi peduli pada kesenian dan budaya klasik tanah air. Giliran diklaim tetangga baru deh koar-koar dan ngamuk. Btw, kamu pernah kayak gitu nggak Sahabat Boombastis?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…