Dikenal sebagai salah bangunan ikonik yang menjadi salah satu karya seni arsitektur Perancis, Gereja Notre Dame dikabarkan luluh lantak dilalap si jago merah alias kebakaran. Meski demikian, sperti yang dilansir dari laman cnnindonesia.com, Damkar setempat akhirnya berhasil memadamkan api dan menyelamatkan beberapa artifak yang berharga.
Bagi masyarakat Prancis, khususnya Paris, keberadaan Gereka Notre Dame sangat lekat dengan sejarah carut marut negeri mereka. Bisa dibilang, bangunan tersebut adalah saksi bisu dari tragedi peperangan dahsyat nan mematikan yang pernah berkecamuk di dunia pada saat itu.
Sebagai bangunan yang ikonik dan menjadi karya arsitektur, Gereja Notre Dame juga masshyur sebagai tempat religius yang menyimpan banyak artifak kuni di dalamnya. Dilansie dari cbsnews.com, Katedral ini dibangun pada 1163 pada masa pemerintahan Raja Louis VII dan selesai pada 1345 dan masuk ke dalam Situs Warisan Dunia UNESCO.
Prancis yang sempat dilanda konfik internal berupa meletusnya Revolusi pada 1790, juga turut menghancurkan bangunan Notre Dame pada saat itu. Laman cnnindonesia.com menuliskan, Sejumlah artefak dan benda-benda di dalamnya, seperti patung, dirusak dan dihancurkan oleh massa yang terlibat revolusi. Revolusi Prancis juga menyisakan kisah pilu di dalamnya, di mana ada ribuan korban yang terlibat mati sia-sia.
Beralih ke era modern, Notre Dame juga menjadi saksi bisu pendudukan tentara Nazi di era Perang Dunia (PD) II berkecamuk. Hebatnya, Gereja yang menyimpan beberapa artifak kuno di dalamnya itu, lolos dari pemboman besar-besaran Jerman pada Perang Dunia I. Dikutip dari laman abc.net.au, Notre Dame juga sempat mengalami kerusakan kecil seperti kaca yang pecah, saat terjadi pertempuran di jantung ibukota Prancis.
Bagi rakyat Prancis, Gereja Notre Dame merupakan ikon sekaligus simbol religiusitas yang dibalut dengan karya seni arsitektur bangunan yang indah. Laman bbc.com menuliskan, tidak ada situs lain yang mewakili Prancis seperti Notre-Dame. Tak hanya itu, jika disandingkan dengan Menara Eiffel sebagai saingan utamanya menjadi simbol nasional, yang usia sedikit lebih dari seabad masih dibilang belumlah klop. Terlebih, Notre-Dame telah berdiri tegak di atas Paris sejak tahun 1200-an. Eiffel sendiri dibangun pada 28 Januari 1887.
BACA JUGA: 5 Masjid Dan Gereja Dibangun Berdampingan, Siratkan Toleransi Beragama
Meski sempat luluh lantak dilalap api, Notre Dame dikabarkan akan segera dibangun ulang dengan semangat oleh warga Prancis sendiri. Dari peristiwa ini, setidaknya kita bisa belajar, bahwa melindungi aset yang menjadi bagian perjalanan sejarah di masa lalu, sangat penting agar generasi di masa depan tetap mengingatnya sebagai simbol yang jadi kebanggaan negara.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…