Susu kental manis bisa dikatakan merupakan minuman merakyat yang menjadi idola masyarakat. Berpuluh-puluh tahun ini dijadikan pelengkap untuk setiap makanan dan minuman. Selain rasanya yang nikmat, harga yang bersahabat di kantong juga menjadi pertimbangan untuk tetap membeli.
Nah, belakangan ini masalah mencuat terkait kandungan yang ada dalam minuman ini. Bahkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sendiri sudah menyatakan bahwa susu kental manis adalah tipuan dan tak mengandung zat susu. Terlepas dari hal tersebut, mari kita ulas sejarah dan isi larangan terkait dengan konsumsi susu ini.
Disebut sebagai susu kental manis karena ia dihasilkan dari susu sapi yang dihilangkan airnya, kemudian ditambahkan gula sebagai pengawet. Ada banyak sejarah yang menulis tentang kemunculan susu ini pertama kali, sebut saja Charles dan George Page yang berasal dari Swiss, atau Gall Border Jr yang menjadi pencipta minuman ini pertama kali di Amerika. Masalah yang mereka hadapi sebenarnya sama, karena ketika belum ada kulkas, susu murni menjadi cepat basi dan tak bisa dinikmati. Makanya, ide susu kental manis lahir agar semua orang bisa menikmati susu ini tanpa takut basi.
Dalam pembuatannya, gula digunakan sebagai pemanis buatan yang berguna sekaligus sebagai pengawet agar susu tahan lama. Nah, pertanyaannya sebanyak apa zat gula yang ada dalam susu ini? Dilansir dari berbagai sumber, konsumsi susu ini secara rutin –terutama pada anak, dapat membuka kemungkinan penyakit obesitas.
Produk ini memang tidak dilarang untuk dikonsumsi, hanya saja ada aturan dan surat edaran yang ditujukan untuk produsen, importir, distributor produk susu kental, dan analognya. Edaran yang sudah ditandatangani oleh Deputi BPOM ini berisi empat larangan terkait pengiklanan produk susu kental manis di televisi.
Jadi terkait berbagai info yang sedang berseliweran di berbagai media sosial, susu kental manis tidak mengandung bahaya jika dikonsumsi dalam jumlah yang dibatasi. Orangtua juga dituntut untuk cerdas karena memang kandungan yang ada di dalam produk susu ini berbeda dengan susu pelengkap gizi, yang mengandung nutrisi lengkap dan tak berbahaya untuk anak-anak. Be wise ya Sahabat Boombastis!
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…