Categories: Trending

7 Alasan yang Bikin Orang Betah ‘Survive’ di Jakarta

Bagi sebagian besar orang, Jakarta adalah jalan menuju impian. Jakarta adalah kota yang dianggap mampu memberikan banyak kesempatan hidup yang baik. Hal ini menyebabkan banyak sekali orang berbondong-bondong memasuki Jakarta setiap tahun. Akibatanya, Jakarta menjadi kota dengan kepadatan penduduk yang sangat tinggi.

Baca Juga : Pria Tergemuk Asal Inggris Meninggal di Usia 33 Tahun

Setelah masuk Jakarta biasanya kita bakalan susah untuk keluar. Entah itu karena menikmati atau karena memang kesusahan di sana. Padahal tahu sendiri kan Jakarta panas, macet, belum lagi biaya hidupnya yang mahal. meski begitu, banyak perantau yang pernah ‘menaklukkan Jakarta’, akhirnya tetap balik lagi ke Ibukota Negara itu. Berikut ada tujuh alasan kenapa kita akan susah sekali keluar dari Jakarta yang sudah seperti magnet ini. Mari kita simak bersama-sama!

1. Gudangnya Pekerjaan Yang Tidak Banyak Didapat di Desa

Jakarta adalah kota dengan perputaran uang terbanyak di Indonesia. Hampir setiap bisnis ada di sana. Mulai dari skala besar yang punya kantor gedung bertingkat hingga pedagang asongan yang berjualan di terminal. Jakarta adalah sumber dari pundi-pundi uang. Orang tertarik masuk dan tidak mau keluar Jakarta karena hal ini.

Gudang Pekerjaan [image source]
Namun faktanya tidak semua orang bisa dengan gampang mendapatkan pekerjaan di sana. Terlebih jika tidak memiliki sebuah kemampuan, keberanian dan nyali yang mumpuni. Jika hanya lulusan SMA jangan berharap dapat pekerjaan yang baik. Kecuali mendapatkan koneksi yang baik dan tekad yang kuat. Meski banyak menipu dengan iming-iming pekerjaan, Jakarta tetap susah ditinggalkan. Kesempatan yang entah ada masih saja diharapkan oleh banyak orang.

2. Mudah Dapatkan Apa Saja Ketimbang di Desa

Jakarta menyimpan apa saja yang kita butuhkan. Ingin membeli baju merk apa saja tersedia di kota ini. Deretan toko-toko kelas dunia juga banyak menjamur di Mall. Apa saja bisa kita dapatkan dengan sangat mudah. Ibaratnya, setiap langkah akan mengabulkan keinginan kita.

Mudah Mendapatkan Apa Saja [image source]
Tapi yang harus kita tahu adalah, tanpa uang kita tidak bisa apa-apa. Memang di sana banyak hal yang kita inginkan. Tapi tanpa uang kita tidak akan bisa apa-apa. Terlebih apa-apa di Jakarta harganya bisa mahal. Misal di desa seikat bayam Cuma seribu di Jakarta bisa jadi lima ribu atau lebih.

3. Gampang Ketemu Artis Terkenal Yang Kita Idamkan

Tidak semua orang datang ke Jakarta niatnya untuk bekerja atau mencari peruntungan. Banyak yang rela datang ke Jakarta cuma karena ngebet bertemu dengan idola. Mereka bermodalkan nekat datang ke tempat-tempat syuting hanya untuk melihat artis idolanya dari jauh. Jika beruntung akan didatangi dan diajak ngobrol.

Ketemu Artis [image source]
Akhirnya karena tidak punya uang mereka jadi anak-anak alay yang dibayar untuk bersorak-sorak. Dibayar sekenanya saja. Asal bisa makan sudah bersyukur. Akhirnya tidak bisa nabung dan terjebak di Jakarta. Terlebih biaya transport mahal. Susah meninggalkan Jakarta bukan karena suka tapi terpaksa.

4. Merintis Bisnis Yang Jika di Desa Hanya Impian

Hidup desa memang memiliki banyak sekali keterbatasan. Salah satunya akses untuk mendapatkan kesempatan dalam berbisnis. Jakarta akan memberikan itu semua. Jika kita memulai bisnis di sana dan kita kreatif maka lambat laun bisnis akan terus melebar. Apalagi penduduk jakarta sangat padat.

Memulai Bisnis [image source]
Memanfaatkan media promosi seperti sosmed akan mendongkrak penghasilan. Hal ini membuat sebagian orang malas beranjak dari Jakarta. Terlebih jika usahanya mulai bangkit dan memiliki banyak cabang. Meninggalkan Jakarta sama halnya membuang uang.

5. Dapat Jodoh dan Akhirnya Membangun Rumah Tangga

Kebanyakan orang merantau ke Jakarta untuk cari kerja. Awalnya begitu, namun di tengah perjalanan biasanya mereka akan bertemu dengan seseorang yang sangat spesial hingga akhirnya menikah. Lalu menetap di sana karena pekerjaan yang sudah terlanjur makan. Akhirnya untuk pulang kampung bisa dilakukan saat lebaran saja.

Dapat Jodoh [image source]
Walau nggak semua orang bisa mendapatkan jodoh di Jakarta. Namun alasan ini cukup kuat untuk membuat orang susah sekali meninggalkan Jakarta. Terlebih jika sudah punya rumah meski harus nyicil, dan punya anak. Akhirnya Jakarta jadi rumah.

6. Sebelum Bisa Jadi Artis Terkenal Tidak Akan Pulang

Jakarta adalah pusat dunia hiburan. Hampir semua stasiun TV swasta nasional berdiri di Jakarta. Agensi film dan musik juga menjamur bak jamur di musim hujan. Hal ini menyebabkan sebagian orang kepincut untuk menjadi artis. Mereka akan melakukan apa saja asal dapat uang dan tampil di layar kaca.

Audisi Artis [image source]
Padahal menjadi seorang artis bukan perkara gampang. Seseorang harus memiliki bakat meski kadang ada sebuah jalan keberuntungan. Namun hal ini tidak datang setiap hari. Seseorang yang sudah terlanjur mengorbankan apapun untuk mengadu nasib akan enggan pulang jika belum berhasil. Alasannya malu dengan orang rumah. Sudah terobsesi bahkan nekat ke Jakarta tapi tidak jadi artis juga.

7. Jakarta Nggak Pernah Tidur

Surga dunia terletak di Jakarta. Tempat-tempat asyik untuk nongkrong tersebar di mana-mana. Mulai dari mall, restoran, karaoke, hingga bar yang gemerlap. Beberapa orang sangat menggemari hal semacam ini. Terlebih yang menikmati gemerlapnya dunia malam.

Hang out Jakarta [image source]
Hal ini menyebabkan orang tersebut ketagihan. Akhirnya menjadi kebiasaan yang harus dilakukan entah seminggu sekali atau sebulan sekali. Di desa tidak ada hal semacam ini hingga untuk keluar dari Jakarta mereka akan merasa berat dan sepi.

Baca Juga : 5 Film Pendek Bertema Islami yang Bikin Puasa Makin Bermakna

Itulah beberapa alasan yang membuat sebagian orang jadi betah di Jakarta. Meninggalkan Jakarta sama halnya meninggalkan uang, meninggalkan petualangan dan meninggalkan impian. Barangkali anda memiliki alasan yang lain?

Share
Published by
Adi Nugroho

Recent Posts

Kontroversi Gus Miftah, Dari Dakwah Tak Biasa Hingga Kesandung ‘Kang Es Teh’

Gus Miftah, seorang pendakwah yang dikenal dengan pendekatan dakwahnya yang unik dan tidak biasa, kembali…

4 months ago

Kronologi Kasus Agus dan Novi, Perselisihan Donasi Sampai Gagalnya Mediasi

Kasus perselisihan antara Agus Salim, korban penyiraman air keras, dan Pratiwi Noviyanthi alias Teh Novi,…

4 months ago

Pria Asal Indonesia Ini Sukses Bangun Bisnis Food Truck di Amerika Serikat, Jual Ratusan Porsi

Membuka sebuah usaha bukanlah hal yang mudah, apalagi jika dimulai dari nol dan dilakukan di…

4 months ago

Syed Saquib, Mahasiswa yang Jadi Lulusan S3 Termuda di Usia 25 Tahun

Banyak mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan dan mau mendapatkan gelar S1 tapi bermalas-malasan atau menunda-nunda…

4 months ago

Anggota Paskibra Semarang Meninggal Ditembak Oknum Polisi, Benarkah Gara-Gara Tawuran?

Media sosial dihebohkan dengan kematian seorang siswa SMA. Gamma Rizkynata Oktafandi, pelajar kelas XI Teknik…

4 months ago

Kemenangan Timnas Indonesia: Kartu Merah ‘El Preman’ Hingga Selebrasi Duduk Marselino Ferdinan

Yang dinanti akhirnya datang juga. Setelah penantian yang sangat panjang, akhirnya Tim Nasional Sepakbola Indonesia…

4 months ago