Para pecinta dunia K-pop berduka setelah mendengar kabar kematian Jonghyun, salah satu personel boyband SHINee. Pelantun tembang Depression Clock ini ditemukan tewas di apartemennya beberapa waktu lalu akibat menghirup gas beracun karbon monoksida. Bunuh diri ini sepertinya memang sudah direncanakan, bisa dilihat dari lirik lagu Depression Clock yang ia nyanyikan bersama IU.
Kejadian bunuh diri seperti yang dilakukan Jonghyun bukanlah kali pertama di kalangan selebritis Korsel, mengingat tetangga Korut ini adalah salah satu negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Tapi pernahkah kamu berfikir mengapa bunuh diri di kalangan artis Korsel sering sekali terjadi? Padahal mereka punya banyak harta, popularitas, dan diidolakan oleh banyak orang. Ternyata alasannya adalah beberapa poin ini.
Menjadi sosok publik figure kadang adalah hal yang tidak mudah. Padatnya jadwal di dunia hiburan membuat para seleb Korea stress berat hingga depresi. Belum lagi, jika ditambah masalah pribadi dan keluarga yang semakin membuat runyam pikiran. Karena sudah tidak tahan menghadapi masalah, stress bisa saja membuat seseorang khilaf hingga berniat menghabisi nyawanya sendiri.
Persaingan di dunia entertainment Korea dikenal keras dan tak kenal lelah. Bagi siapapun yang tak siap bekerja tanpa mengenal waktu maka dia perlahan-lahan akan tersingkir. Dengan begitu, para selebritisnya pun tak punya cara lain agar bisa bertahan selain semakin berusaha memberikan yang terbaik. Saat merasa sudah tidak dapat memberikan yang terbaik, mereka dengan mudah bisa membuat pilihan yang tragis, seperti bunuh diri.
Jika di dunia hiburan Amerika atau Jepang setiap artis punya satu psikiater pribadi, maka hal tersebut juga berlaku untuk masyarakat Korea. Tapi, hal itu masih tabu bagi para selebritisnya, mereka enggan melakukan program konseling hanya untuk meminimalisir pemberitaan internet sehingga tidak menurunkan popularitas mereka.
Jika sudah memilih berenang di dunia hiburan, gaya hidup tentu menjadi sorotan utama yang dilihat dari seorang selebrtis. Tak hanya kehidupan pribadi saja yang akan dibongkar habis oleh para warganet, tapi juga bagaimana keluarga serta kondisi ekonomi. Di balik karir yang cemerlang, ada selebritis yang merasa tertekan ekonominya dan pilih menghabisi nyawa mereka sendiri.
Jangankan artis, orang biasa pun mungkin akan kepikiran untuk mengakhiri hidup jika berada di kondisi seperti di atas. Persaingan sangat ketat, tekanan mencekat, sampai akhirnya memilih tamat lantaran takut dikira psikopat lantaran berkonsultasi kepada psikiater. Sistem seperti ini harus diubah jika Korsel tidak ingin kembali jadi headline gegara para artisnya yang sengaja mengakhiri hidup.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…