in

5 Alasan Meski Setelat-telatnya, Utang Wajib untuk Dibayar. Jangan Sampai Menyesal!

Setiap manusia yang hidup memang tak lepas dari yang namanya berutang. Entah itu dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, sebagai modal usaha, atau bahkan hanya untuk memenuhi gaya hidup glamor. Tak jarang, kebiasaan utang ini akhirnya mendarah daging dan banyak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Karena itulah, utang yang dimiliki kepada orang lain harus segera dilunasi. Bahkan dari sisi agama Islam pun, wajib hukumnya agar kelak tanggungan tersebut tidak membuat pemilik utang sengsara di dunia akhirat. Oleh sebab itu, simak alasan kenapa utang harus dilunasi meski terlambat sekalipun.

Tidak menghambat kebutuhan orang lain dengan apa yang telah dipinjamkannya

ilustrasi beri uang, bayar utang [sumber gambar]
Utang yang dipinjamkan terkadang merupakan bagian dari hasil yang disimpan untuk mencukupi kebutuhan pribadi sang pemberi utang. Saat mereka datang menagih sesuai perjanjian yang disepakati, usahakan agar kita bisa memenuhi hal tersebut dengan baik. Siapa tau, mereka datang menagih utang karena juga didesak oleh sebuah kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Menjaga kepercayaan dan nama baik diri sendiri

Ilustrasi menjaga nama baik dan kepercayaan [sumber gambar]

Melunasi utang dengan segera juga menghindarkan diri dan nama baik kita tercemar di lingkungan sekitar. Karena menepati janji dan disiplin dengan utang yang ada, peminjam utang tentu senang dan bakal segan dengan sikap tersebut. Selain itu, bentuk menjaga kepercayaan ini bisa digunakan kembali sebagai jaminan jika suatu saat terpaksa harus berutang kembali.

Menghindari perasaan tidak nyaman di keseharian

Ilustrasi uang [sumber gambar]
Salah satu hal penting kenapa kita harus membayar atau melunasi utang yang dimiliki adalah, menghindarkan diri kita dari perasaan gelisah dalam keseharian sebagai akibat dari tanggungan yang ada. Salah satu sahabat Nabi yang bernama Umar bin Abdul Aziz berkata, “Aku wasiatkan kepada kalian agar tidak berutang, meskipun kalian merasakan kesulitan, karena sesungguhnya hutang adalah kehinaan di siang hari kesengsaraan di malam hari.”

Utang yang belum dilunasi bisa menjadi penghalang masuk surga

Ilustrasi meninggal dunia [sumber gambar]
Meski terpenuhi di dunia, utang yang belum dilunasi hingga meninggal dunia juga membuat si mayit terhalang masuk surga. Meski pada saat wafat dalam keadaan mati syahid. Dilansir dari Muslim.or.id (10/05/2017), Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ رَجُلاً قُتِلَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ مَرَّتَيْنِ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ دَيْنُهُ

“Demi yang jiwaku ada ditanganNya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih punya hutang, maka dia tidak akan masuk surga sampai hutangnya itu dilunasi.” [HR. Ahmad No. 22546, An Nasa’i No. 4684, Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 556 Syaikh Al Albani mengatakan: hasan. Lihat Shahihul Jami’ No. 3600].

Bayar segera utang yang dimiliki agar tidak menimbulkan gejolak sosial

Timbulnya gejolak sosial seperti adanya ancaman disertai pembunuhan, dibenci lingkungan, hingga tak lagi dipercaya, adalah sekian dari akibat yang timbul jika utang tak segera dilunasi. Oleh sebab itu, selesainya sebuah utang juga berarti menjaga keselamatan diri, sekaligus mencegah adanya stigma negatif dari lingkungan terhadap diri kita dan keluarga.

BACA JUGA: 10 Meme Sulitnya Nagih Hutang Lebih Susah Ketimbang Balikan Mantan Ini Kocak Abis

Sekali lagi, jadilah manusia yang menepati janji untuk melunasi saat terpaksa berutang terhadap siapapun yang memberikan pinjaman. Seperti kelima hal di atas, mudah-mudahan menjadi refleksi bagi diri kita semua, betapa pentingnya membayar semua utang yang ada terhadap orang lain.

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Beli Perusahaan Tempat Ia Bekerja Dulu, Begini Tanggapan Karyawan Terhadap Sosok Ahmad Sahroni

Pengorbanan Petugas yang Mengurus Jenazah Korban Covid, jadi Penjaga Makam Sampai Siaga Malam