Yunani saat ini mungkin kolaps tak berdaya gara-gara krisis ekonomi menggerus mereka. Tapi, kembali ke masa pra sejarah dulu, mereka adalah bangsa besar, jumawa, dan berpengaruh di dunia. Yunani besar tidak hanya kiprah para filsufnya, tapi juga kisah para ksatria mematikan mereka yang paling terkenal. Ya, Sparta.
Ibarat Navy Seal-nya Amerika atau Kopasus-nya Indonesia, prajurit Sparta adalah yang paling elit di zamannya. Mereka dibekali dengan beragam skill mematikan dan juga pamor mengerikan tentang bagaimana para Sparta ini menguasai banyak tempat dengan berperang gila-gilaan.
Nah, berikut adalah fakta-fakta dari prajurit Sparta yang pasti akan mengguncangmu. Pada akhir ulasan, kamu mungkin akan manggut-manggut karena kagum dan merasa ngeri dengan bagaimana bangsa ini mencetak para prajuritnya.
Seleksi prajurit Sparta dimulai ketika para bayi-bayi Yunani ini lahir. Pada tetua akan menginspeksi para bayi dengan kriteria tertentu. Misalnya bentuk fisik atau pun parameter penunjung yang lain. Sayangnya, bagi para bayi yang tidak lolos seleksi mereka akan ditinggalkan di salah satu sisi bukit. Entah bagaimana nasibnya, namun kebanyakan memang mati dan sebagian cukup beruntung dengan diadopsi penduduk setempat.
Setelah umur lima tahun, para orangtua akan melepas anak mereka yang masih lucu-lucunya itu untuk menjalani wajib militer dengan dikirim ke barak-barak prajurit. Di sana, para bocah ini diajari bagaimana menggunakan senjata dan peralatan perang lainnya. Mereka juga dilatih untuk melakukan latihan duel-duel.
Menginjak usia remaja mulai umur 11 tahun, para anak-anak Sparta akan dilepaskan dari kebergantungan mereka terhadap orangtua. Caranya adalah dengan memaksa mereka untuk menjalani hidup di alam bebas alias survival. Layaknya seorang pengembara, mereka akan dibekali senjata dan pakaian seadanya. Mereka harus bisa bertahan sebisanya.
Ketika para Spartan ini memasuki usia 18 tahun, mereka akan disuguhkan dengan menu latihan yang lebih berat. Kali ini mereka ditugaskan untuk membunuh Helot atau dalam bahasa setempat sering didefinisikan sebagai budak. Parlemen menganggap aktivitas ini tidak masalah untuk dilakukan alias legal. Tujuannya agar para Sparta nanti bisa menjalankan tugasnya dengan baik.
Berhasil membunuh budak bukan berarti para Spartan usai melakukan latihan. Tahap selanjutnya, mereka akan menjalani tes ketahanan tubuh dengan cara dicambuki hingga ratusan kali. Tak ada trik khusus dalam melakukan latihan ini selain hanya memberikan para pemuda itu cambukan-cambukan.
Setelah melewati semua latihan ini maka seorang Spartan akan dinyatakan lolos dan mereka layak menyandang kebanggaan sebagai tentara Sparta. Mereka akan bertarung membela bangsanya dengan menggunakan keahlian mematikan sejak muda itu, plus baju besi merah kebanggan orang Sparta. Begitulah kira-kira skilus bagaimana orang-orang Sparta mempersiapkan tentaranya.
Prajurit Sparta memang tak banyak, namun mereka benar-benar yang sudah terpilih dan melewati banyak tantangan. Makanya, tak heran jika orang-orang dulu sering melontarkan jargon seperti ini, “Satu orang prajurit Sparta sama berharganya dengan seratus tentara bangsa lain.”
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…