Punya Jadwal Libur yang Panjang [imagesource]
Ketika bom atom mengguncang Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, konon yang menjadi pertanyaan pertama pemimpin Jepang kala itu adalah, “Berapa sisa guru yang kita punya?”. Peristiwa itu mungkin sekilas tampak biasanya saja. Namun, kita bisa melihat betapa arti seorang guru demikian mulianya, sehingga sesudah sebuah peristiwa mematikan, guru adalah hal yang paling penting untuk diselamatkan.
Di Indonesia, guru dikenal sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, karena mereka tidak memakai tanda bintang kehormatan pada seragam mereka layaknya pahlawan di bidang militer. Namun itu tidak mengurangi nilai luhur seorang guru. Berikut Boombastis rangkum beberapa alasan mengapa guru adalah sebuah profesi yang mulia dan membanggakan.
Pendidikan adalah aspek paling penting dalam membangun negara. Jika bangsa kita berhasil mencetak generasi unggulan lewat pendidikan yang matang, maka nasib bangsa ini akan berubah. Di sinilah letak peran penting seorang guru.
Jika Anda bekerja sebagai seorang teller di Bank, berapa orang yang akan mengingat Anda ketika pensiun? Mungkin hanya sebatas kepada rekan seruangan, rekan sekantor atau beberapa pelanggan rutin. Namun jika seorang guru pensiun, maka yang mengenangnya akan sangat banyak.
Apa hal yang terbaik yang bisa kita berikan kepada orang lain? Sebagian mungkin akan menjawab; uang. Sebagian lagi mungkin akan menjawab; kepercayaan dan jabatan. Namun ada hal yang tidak kalah penting yang bisa kita berikan kepada orang lain: ilmu.
Berapa orang yang Anda temui di tempat kerja? Mungkin tidak akan sebanyak jika Anda seorang guru. Dalam pekerjaannya, seorang guru dituntut untuk bertemu dengan banyak orang dengan banyak latar belakang. Tidak hanya berurusan dengan murid-muridnya, para guru juga berurusan dengan para orang tua murid.
Berbeda dengan profesi lain, para guru memiliki libur yang hampir sama dengan para muridnya. Jika para murid sedang libur, hampir dipastikan guru juga mendapat jatah libur. Ini merupakan salah satu keuntungan menjadi guru.
Poin ini memang kontradiktif dengan poin di atas. Bagaimana mungkin guru memiliki jadwal libur panjang, namun di saat bersamaan tidak punya hari libur sama sekali? Jawabannya terletak di integritas. Seorang guru yang berintegritas tinggi tidak akan memiliki hari libur.
Seperti halnya pekerjaan lain, menjadi guru adalah pekerjaan yang bisa membawa kebaikan, namun juga bisa membawa keburukan. Kita tentu ingat, di Indonesia terdapat serangkaian kejadian memalukan yang menyangkut profesi guru seperti tindakan asusila, kekerasan dan lain-lain.
Meski banyak guru berdedikasi tinggi di Indonesia, tidak bisa kita pungkiri bahwa kualitas guru kita masih jauh di bawah negara lain. Banyak dari tenaga pendidik kita tidak benar-benar menggunakan hati dalam mengajar, hanya mengejar status sebagai PNS. Hal ini memang sulit diterima, namun fenomenanya banyak terjadi di sekitar kita.
Apapun profesi yang Anda pilih anda selalu punya dua pilihan. Anda bisa menyebarkan kebaikan dan memberi manfaat kepada orang lain atau sebaliknya, hanya sekadar menerima gaji tanpa kontribusi apa-apa. Pilihan Anda?(HLH)
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…