Setiap tahun ada sekitar 10.000 orang yang bunuh diri hingga meninggal dunia di Indonesia. Jumlah ini masih kalah jauh dengan dengan negara-negara seperti Guyana dan Korea Selatan. Kedua negara ini memiliki tingkat bunuh diri pada penduduknya yang sangat tinggi hingga mencapai lebih dari 70 orang per 100.000 jiwa. Di dunia ini, setiap menit ada sekitar 2 orang yang bunuh diri. Artinya dalam setahun ada 1,2 juta orang mencabut nyawanya sendiri dengan berbagai sebab!
Kebanyakan orang-orang yang melakukan bunuh diri selalu memiliki banyak depresi hebat di dalam diri. Sisi gelap inilah yang membuatnya tega menghabisi dirinya sendiri dengan cara yang mengenaskan. Inilah sembilan penyebab-penyebab mengapa manusia ingin mengakhiri hidupnya. Mengakhiri sakit yang ia rasa di alam yang semu ini!
Salah satu penyebab paling besar seseorang melakukan bunuh diri adalah memiliki depresi yang hebat dalam dirinya. Depresi yang dirasa perlahan-lahan mengambil kontrol tubuh hingga menyebabkannya selalu mengurung diri. Orang yang mengalami depresi selalu berpikir jika dunia akan menjadi lebih baik tanpanya. Jadi jika ia pergi dari dunia dengan cepat, tidak akan ada orang yang sedih. Atau paling parah jika ia menganggap kematiannya adalah hal yang sangat diinginkan oleh semua orang.
Secara garis besar trauma dibagi menjadi tiga kelompok besar. Pertama trauma setelah mengalami kekerasan fisik, trauma setelah mengalami kekerasan asusila, terakhir trauma setelah terjadi perang besar. Setelah kejadian mengerikan ini menimpa manusia, biasanya mereka akan mengalami trauma yang sangat hebat. Hampir setiap hari mereka takut tidur karena “kejadian” itu seperti berulang kembali.
Bullying adalah alasan lain mengapa orang melakukan bunuh diri. Tekanan dari lingkungan membuatnya tak tahan hingga bunuh diri dan pergi dari dunia jadi solusinya. Orang-orang yang mengalami bullying biasanya yang dianggap berbeda. Di sekolah biasanya anak yang dianggap nerd atau culun. Lalu di kantor biasanya orang yang dianggap pendiam. Lalu di lingkungan sosial yang lebih besar biasanya mereka yang berpenampilan berbeda seperti waria, atau berperilaku seksual menyimpang.
Banyak orang di dunia ini yang mengalami gangguan kepribadian. Mereka biasanya mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan dengan banyak orang. Ia selalu merasa takut untuk menjalin hubungan dengan siapa saja. entah itu hubungan persahabatan atau hubungan percintaan. Belum memulai hubungan saja ia sudah merasa sangat takut jika hubungan ini nantinya akan mengalami kegagalan.
Orang yang kecanduan narkoba dan alkohol biasanya memiliki peluang besar dalam bunuh diri. Terutama mereka yang menggunakan benda mengerikan ini untuk penghilang rasa sakit dan juga trauma. Efek obat memang akan membuat mereka menjadi orang paling bahagia sejagat. Namun hanya untuk sementara saja. Jika efek itu telah hilang maka trauma akan datang lagi. Bahkan mungkin jauh lebih hebat hingga menyebabkan seseorang jadi depresi.
Gangguan makan atau anorexia adalah salah satu penyebab orang melakukan bunuh diri. Mereka yang mengalami anorexia biasanya orang yang mengalami bullying, orang yang mengalami gangguan body image dan memiliki perubahan emosi yang tak terkontrol. Orang dengan tubuh yang tambun dan besar biasanya kerap mengalami bullying. Untuk mengatasinya mereka akan membatasi makan. Lambat laut, gangguan makan atau eating disorder ini terbentuk. Jadi meski sudah kurus, mereka tetap enggan makan karena takut mengalami kegemukan yang berefek pada pem-bully-an lagi.
Apa yang akan terjadi jika anda sudah sudah lelah sekolah tinggi hingga S3, namun ketika lulus tak juga mendapatkan pekerjaan yang layak. Atau bahkan tak mendapatkan pekerjaan sama sekali. Uang yang habis saat sekolah tak terbayarkan dan hidup anda jadi semakin mengenaskan. Hal semacam ini juga dapat membuat orang tersebut mengalami gangguan kejiwaan hingga menyebabkannya mengalami bunuh diri.
Masalah percintaan adalah penyebab lain orang melakukan bunuh diri. Jika anda melihat berita di TV atau membaca di koran, orang yang putus cinta banyak yang mengakhiri hidupnya dengan mudah. Entah itu menenggak racun, memotong nadi atau terjun dari tempat yang sangat tinggi. Mereka yang putus cinta atau merasa dikhianati tak mampu lagi menahan rasa sakit yang mendadak memenuhi hatinya.
Orang-orang yang mengidap sakit parah seperti kanker atau penyakit yang harapan sembuhnya kecil biasanya memiliki rasa ingin mati yang tinggi. Rasa sakit dari tubuh yang mereka rasakan membuatnya tak tahan untuk berlama-lama hidup di dunia ini. Terlebih jika kematian adalah akhir dari penyakitnya. Jadi mau mati sekarang atau mati nanti tidak akan ada bedanya. Toh sama-sama akan dikubur.
Bunuh diri mungkin akan membuat seseorang jadi kehilangan rasa sakit dan penderitaan. Namun yakinkah jika setelah mati kehidupan akan selesai? Yakinkah orang yang ditinggalkan akan hidup dengan baik sesudah ditinggal? Hidup dan mati memang siklus hidup manusia, namun hidup dengan baik dan menerima keadaan adalah hal wajib kita jalani. Karena dengan hidup kita masih bisa melakukan banyak hal yang menyenangkan apa pun keadaannya!
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…