Indonesia adalah negara besar yang memiliki segudang keindahan dan kekayaan alam melimpah. Di balik itu semua, Indonesia juga mempunyai segudang masalah dari yang kecil hingga yang besar berlalu lalang tanpa henti setiap harinya. Salah satunya adalah masalah pelanggaran lalu lintas.
Memang agak kesulitan juga pihak aparat penegak hukum, khususnya yang bertugas untuk menertibkan jalannya lalu lintas karena setiap hari tidak sedikit dari para pengendara kendaraan bermotor yang terus melanggar aturan.
Dari fenomena pelanggaran aturan lalu lintas ini, ada 3 aksi berani dan dapat dibilang nekat yang dilakukan oleh orang umum atau bukan penegak hokum untuk melawan para pelanggar lalu lintas. Berikut ini ketiga daftar tersebut.
Ketika dihelatnya Jogja Bike Rendevous 2015, ada sebuah aksi spontan dan terbilang berani yang dilakukan oleh seorang pria bernama Elanto Wijoyono, yaitu menghadang puluhan pengendara motor gede yang seenaknya melanggar lalu lintas, mulai dari bertindak semaunya sendiri sampai dengan menerobos lampu merah. Bersama dengan seorang rekannya, Andika Faizal, Elanto dengan berani memalangkan sepedanya di depan kerumunan moge yang akan melintas.
Lain di Jogja, lain pula pelanggaran yang terjadi di Jakarta. Dikarenakan hal tersebut, ada sebuah social experiment yang dibuat dan direkam secara tersembunyi dilakukan oleh seorang pria bernama Kukuh Adi Danisworo bersama rekannya. Dalam aksinya yang diunggah ke YouTube pada tanggal 2 Maret 2015 dengan judul “Minta Digampar(season2) – eps motor lawan arah” yang berdurasi sekitar 15.05 menit itu menunjukkan bahwa Kukuh dengan berani menghadang para pengendara motor yang melawan arah.
Aksi tak kalah nekat juga diperlihatkan oleh seorang anak kecil yang masih duduk di kelas IV SD di Semarang, Jawa Tengah, bernama Daffa Faros Oktoviarto. Dia dengan tegas, berani, nekat menghadang, menghalangi bahkan sampai menendang roda para pengendara motor yang melewati pedestrian yang seharusnya hanya diciptakan untuk para pejalan kaki.
Aksi tersebut sempat diabadikan oleh banyak orang dan diunggah di berbagai media sosial. Banyak tanggapan dan acungan jempol terhadap aksi yang dilakukan oleh Daffa itu. Bahkan dia juga mendapatkan pujian langsung dari Hendrar Prihadi, Walikota Semarang,
Keamanan, kenyamanan dan ketertiban di jalan raya bukan semata-mata semuanya adalah tanggung jawab pihak kepolisian. Kita sebagai orang Indonesia juga wajib turut serta dalam menjaganya. Kalau bukan kita yang melakukannya, siapa lagi yang akan peduli akan hal tersebut?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…