Bagi pencinta sepak bola melihat beberapa pemberitaan mengenai kembalinya dirijen Arema Yuli Sumpil ke stadion, tentu menjadi sebuah hal yang amatlah mengejutkan. Apalagi kalau melihat hukuman untuknya yang seumur hidup dilarang nonton sepak bola langsung di stadion seluruh Indonesia, pastinya hal itu layaknya petir di siang bolong. Come Back-nya Yuli sendiri diketahui terjadi ketika Arema FC menjalani partai lanjutan Piala Indonesia pada Selasa (21/11).
Melihat hal tadi mungkin kalian akan bertanya-tanya kenapa Yuli bisa kembali mendukung tim Singo Edan secepat ini. Bahkan bila dilihat tenggat waktu ia dijatuhi hukuman ini bisa dikatakan, belum genap satu tahun ia menjalani sanksi berat dari Komisi Disiplin PSSI tersebut. Nah untuk mengetahui apa menjadi penyebab ia bisa kembali memberikan dukungan simak ulasan berikut sobat. Yuk let’s go.
Hukuman Yuli hanya berlaku di kompetisi Liga 1 saja
Langsung memimpin para suporter
https://www.youtube.com/watch?v=GlfyAO6VRPM&t=141s
Seperti menjadi pelampiasan rindu yang sudah menggunung kehadiran Yuli di stadion ketika itu juga disambut riuh oleh penonton di Stadion Gajayana Malang. Saat itu juga larangan Arema menggelar pertandingan tanpa disaksikan pendukungnya juga tidak berlaku di kompetisi Piala Indonesia. Alhsil berkat hal tersebut terciptalah sebuah sinergi antara dirijen dan juga para pemain ke 12 yang membuat laga Arema kembali ramai. Yuli kala itu juga langsung memimpin Aremania untuk menyanyikan chants andalan, seperti salah satunya Salam Satu Jiwa. Tapi sayang, beberapa lagu provokatif masih beberapa kali terdengar di stadion.
Kehadirannya berbuah kemenangan telak di derby Malang
Apakah ini bentuk tidak konsistennya hukuman PSSI?
BACA JUGA: Di Balik Sikap Kontroversinya, Beginilah Sisi ‘Baik’ Yuli Sumpil Sang Dirigen Aremania
Kehadiran kembali Yuli Sumpil di stadion adalah sedikit gambaran bagaimana sanksi dari PSSI kerap tidak konsisten. Kendati banyak berdalil ini bentuk keadilan, namun tanpa ketegasan sebuah hukuman tidak akan membuat seorang menemui efek jera. Tapi sejatinya sebuah keputusan, langkah Komdis untuk Yuli ini pastinya sudah melalui pertimbangan matang.