Sampah di Ranu Kumbolo (via)wisatagunung
Berwisata memang aktivitas yang bertujuan untuk membuat Anda bahagia. Namun, kebahagiaan itu bukan berarti Anda bebas berbuat apa saja tanpa tanggung jawab. Meski sedang berwisata, Anda tetap harus mengikuti aturan agar kenyamanan bersama terwujud.
Namun sepertinya tidak semua orang mengerti akan hal tersebut. Banyak orang yang tidak memakai akal sehatnya dan berbuat sesuka hati di tempat wisata. Berikut, Boombastis sajikan 5 perbuatan tidak bertanggung jawab dari para wisatawan Indonesia, yang akhirnya merusak surga-surga kecil kita.
Pulau Sempu adalah pulau dengan pantai yang sangat indah yang terletak di Jawa Timur. Keindahan pulau ini awalnya tidak terkenal. Namun, beberapa traveler datang dan memposting foto mereka di pulau dengan pasir putih yang mengagumkan tersebut. Sejak itu Pulau Sempu menjadi sangat populer di kalangan para pelancong.
Semakin lama, pengunjung Pulau Sempu semakin membludak. Orang-orang ramai-ramai mendirikan tenda di atas pasirnya yang lembut dan hangat. Namun sedikit sekali orang yang menyempatkan diri untuk mencari informasi. Sesungguhnya Pulau Sempu adalah kawasan konservasi yang hanya boleh dikunjungi untuk tujuan budidaya atau penelitian ilmiah. Jadi, salah besar jika anda berpikir Pulau Sempu adalah tempat yang bisa seenaknya dikunjungi ramai-ramai. Banyak ekosistem penting dan rentan yang bisa rusak akibat aktivitas wisata di Pulau Sempu.
“Kan Pulau Sempu itu indah dan membanggakan. Kenapa tidak boleh dikunjungi? Bukankah itu memang tempat wisata?” Mungkin itu yang ada di pikiran Anda ketika membaca poin pertama. Hal pertama yang harus Anda sadari adalah kawasan konservasi bertujuan untuk melindungi kehidupan yang ada di sana. Pulau Sempu ditinggali oleh berbagai jenis kera dan ganggang di sepanjang garis pantainya.
Keseimbangan ekosistem ganggang dan hewan-hewan lain akan terganggu jika banyak aktivitas manusia di tempat tinggal mereka. Misalnya, ketika Anda mandi di pantai, bahan kimia dari sampo atau sabun Anda bisa mencemari pantai. Dan lihatlah kera di Pulau Sempu ini. Mereka yang biasanya makan buah dan tanaman, sekarang mulai mengais-ngais sampah yang sebagian berbahaya jika dimakan oleh mereka.
Bagi Anda yang pernah mendaki Gunung Semeru sebelum tahun 2010 Anda akan tahu bahwa Ranu Kumbolo memiliki danau sebening kaca. Danau ini demikian indahnya sehingga banyak orang yang memutuskan berkemah berhari-hari di dekatnya. Namun, belakangan ini, Ranu kumbolo tidak seindah dulu lagi.
Banyak pendaki-pendaki “alay” yang tidak tahu aturan. Mereka seenaknya meninggalkan sampah di kawasan Ranu Kumbolo yang harusnya steril dari sampah. Kawasan yang dulu indah bak surga kini tidak ada bedanya dengan sudut-sudut kotor di kota kita.
Tidak ada salahnya mendaki gunung beramai-ramai dengan sahabat Anda. Tapi, Anda sebaiknya berpikir ulang jika jumlah pendaki di sebuah gunung sudah terlalu banyak. Bayangkan berapa banyak rumput atau ekosistem sekitar yang rusak jika dikunjungi secara massal.
Di Gunung Semeru, sering sekali diadakan pendakian massal dengan jumlah pendaki ratusan hingga ribuan orang. Itu adalah perbuatan yang kurang masuk akal. Apalagi jika tenda didirikan terlalu dekat dengan sumber air. Itu justru akan mencemari lingkungan karena aktivitas alamiah manusia mengharuskan kita untuk buang air besar atau air kecil. Bayangkan, seberapa kotor sumber air jika ribuan orang tersebut membuang hajatnya?
Gunung Gede adalah salah satu gunung yang menjadi primadona para pendaki, khususnya pendaki dari Jakarta. Gunung ini memiliki eksotisme sendiri, dengan banyak sekali bunga edelweis yang bertumbuhan di atasnya. Pendakipun semakin bersemangat mendaki gunung ini karena sosok Soe Hok Gie yang pernah mengabadikan keindahan Gede-Pangrango lewat puisinya.
Namun, dari hasil operasi bersih terakhir yang dilakukan pihak TNI dan Ranger Gede-Pangrangi, ditemukan ratusan kilo sampah. Ini adalah perbuatan ilegal karena meninggalkan satu sampahpun dapat diganjar dengan pidana. Kawasan Gunung Gede-Pangrango juga salah satu cagar alam yang kelestariannya dilindungi oleh undang-undang.
Kita sering sekali mengaku bangga jadi orang Indonesia. Kita juga bangga melihat orang asing mengagumi keindahan orang Indonesia. Kita juga sering menunjukkan nasionalisme dengan mendaki membawa bendera Indonesia.
Namun, benarkah kita mencintai negara ini kalau kita masih belum beres dalam membuang sampah? Sudahkah kita menjadi wisatawan yang bertanggung jawab, yang memakai akal sehat ketika berwisata? Mari tanyakan pada diri kita masing-masing.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…