Wanita pada umumnya memang identik dengan kelembutan dan kebaikan. Rasanya sulit membayangkan wanita melakukan kejahatan. Tapi jangan salah, ternyata ada juga beberapa wanita yang tidak berpikir panjang untuk menjadi seorang kriminal.
Beberapa orang wanita ini justru terang-terangan memilih untuk menjadi perampok bank. Memang sih bisa langsung mendapatkan banyak uang, tapi kalau berakhir di penjara, apa gunanya?
1. Perampok yang Sulit Ditemukan
Selama dua minggu April 2010, seorang wanita merampok setidaknya 10 bank di area Los Angeles. Ia berjalan ke teller sambil bicara di telpon. Ia kemudian menyodorkan kertas catatan yang berisi catatan menuntut uang dan bahwa ia akan melukai para pelanggan jika menolak melakukannya.
2. Perampok Pembawa Ponsel
Candice Rose Martinez baru berusia 20 tahun saat ia ditangkap karena merampok 4 bank Wachovia di Virgina, Washington D.C. Ia dituntut hukuman 12 tahun penjara atas kejahatan ini. 7 tahun diantaranya adalah karena menodongkan pistol dalam salah satu perampokannya.
3. Barbie yang Merampok
Heather Johnston dan Ashley Miller dengan cepat dikenal sebagai “Barbie Bandits” setelah melakukan perampokan di Bank of America pada Februari 2007 lalu. Para gadis berusia 18 tahun itu merampok dengan mengenakan jeans desainer dan berkacamata hitam. Khas anak muda seusianya.
4. Dicuci Otak Untuk Merampok
Patty Hearst adalah cucu dari pebisnis perusahaan penerbit kaya, William Randolph Hearst. Ia masih berusia 19 tahun ketika diculik oleh kelompok gerilya Symbionese Liberation Army pada tahun 1974. Dua bulan kemudian, ia terekam kamera pengawas sedang merampok bank di San Fransisco dengan membawa senapan mesin.
5. Pasangan Perampok
Mungkin perampok wanita paling terkenal sepanjang masa adalah Bonnie Parker. Ia adalah penjahat terkenal yang mencapai ketenaran sebagai perampok bersama pasangannya Clyde Barrow.
Tindakan kriminal biasanya memang identik dengan kaum pria. Tapi itu tidak selamanya benar, karena terkadang wanita juga terjerumus untuk melakukan hal-hal yang melanggar hukum seperti ini. Sebutuh apapun, jangan sampai kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Karena pada akhirnya hal tersebut akan sia-sia saat kita harus bertanggungjawab terhadap apa yang telah dilakukan.