Rela Antri (c) businessinsider
Semakin wajah bumi menua, ternyata semakin pelik juga masalahnya. Sebagian besar diakibatkan oleh manusia sebagai makhluk hidup yang mendiami bumi. Hingga saat ini populasi manusia terus bertambah. China menduduki urutan pertama dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, diikuti oleh India, Amerika, dan di urutan keempat adalah Indonesia.
Baca Juga : Gambar Aneh dan Makna Pada Bendera Negara-Negara di Dunia
Populasi manusia yang merajalela telah mengubah wajah dunia. Foto-foto berikut ini akan memperlihatkan bagaimana bumi berubah akibat ledakan jumlah manusia.
Wajah bumi di belahan Meksiko. Tadinya bumi ini hanya dihuni oleh segelintir orang. Tapi kini manusia makin banyak, pembangunanpun memenuhi bumi hingga ke setiap lipatan lembah gunung.
Perilaku manusia yang konsumtif secara berlebihan memicu perkembangan peternakan dalam jumlah besar. Dan mengonsumsi daging akan mempengaruhi keseimbangan ekosistem dan isu pemanasan global.
Banyak negara berkembang meniru pembangunan ala Barat. Salah satunya adalah pembangunan mall yang menjamur, sehingga orang pun kini lebih konsumtif.
Makin banyak manusia, banyak konsumsinya, Banyak pula kepentingan yang mengeksploitasi paru-paru bumi, yaitu hutan belantara.
Ini adalah peselancar Indonesia, Dede Surinaya, sedang berselancar di perairan Jawa yang mirisnya banyak ditemukan sampah.
Pembangunan pemukiman yang dilakukan manusia membutuhkan bahan bangunan seperti kayu. Hutanpun menjadi sasaran eksploitasi untuk memenuhi kebutuhan ini
Ini adalah pemandangan ketika musim mudik tiba. Sayangnya ledakan populasi di Indonesia tidak disertai dengan peningkatan akomodasi, membuat mereka rela menantang maut dengan naik di atas gerbong yang berbahaya.
Kepadatan populasi paling dekat adalah Jakarta. Jangan heran kalau ada pelanggaran lalu lintas di sana.
Di Filipina bahkan untuk masuk ke stasiun saja para penumpang harus rela mengantri. Masyarakatnya lebih memilih transportasi umum karena dirasa lebih murah daripada menggunakan kendaraan pribadi.
Di Provinsi Sichuan, Cina, pemandangan seperti ini menjadi hal yang lumrah karena saat musim panas tiba, penduduknya yang banyak akan berduyun-duyun memenuhi kolam renang untuk menyegarkan badan.
Tinggal di sebuah asrama ketika menempuh pendidikan banyak diminati oleh masyarakat Cina. Walaupun tempatnya tidak memadai tapi cukup murah untuk ukuran seorang pelajar.
Apa yang ada dalam bangkai binatang ini cukup mencengangkan bukan? Itulah kenyataan bahwa burungpun harus memakan sampah plastik karena habitat mereka telah rusak akibat ulah manusia.
Baca Juga : Kebijakan Konyol dari Pemimpin Yang DIkenal Kejam
Itu tadi adalah wajah bumi yang banyak tidak disadari manusia sejak mereka berkembang biak dan menjalani hidup begitu saja. Apakah kita akan membiarkan bumi yang kita tinggali semakin rusak? Atau meninggalkan bumi yang nyaman sebagai warisan untuk anak cucu kita.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…