Sejak manusia mulai mengetahui cara bercocok tanam, pertanian menjadi ujung tombak kehidupan. Panen yang melimpah artinya bisa makan selama satu tahun ke depan. Panen yang gagal artinya tidak akan makan, kelaparan, dan kematian harus terjadi di mana-mana. Itulah mengapa hal-hal berbau pertanian dianggap sangat penting hingga tak sedikit orang melakukan hal-hal tak masuk akal seperti meminta tumbal.
Tubuh atau darah manusia dianggap sangat ampuh untuk memanggil hujan, menyuburkan tanah, dan membuat dewa-dewa tak keberatan memberikan panen besar. Untuk mendapatkan itu, manusia di masa lalu tega membantai banyak manusia hanya untuk mendapatkan panen yang sangat besar. Berikut ulasan selengkapnya.
1. Tumbal Untuk Roh Kebun Jagung – Eropa
Di masa lalu banyak orang percaya jika roh yang menyelimuti kebun jagung memberikan banyak sekali keberkahan. Meski bentuknya sangat mengerikan, mereka akan membuat kebun jagung tumbuh dengan baik hingga akhirnya panen yang dihasilkan juga sangat besar. Itulah mengapa setiap setahun sekali selalu ada orang yang dijadikan tumbal agar roh tetap bertahan lama di ladang jagung.
2. Pemujaan Atas Anna Kuari – Eropa
Sebelum revolusi di berbagai sektor berlangsung, Eropa adalah gudangnya mistisme hingga apa-apa selalu dikaitkan dengan roh. Salah satu roh yang banyak dipuja adalah Anna Akuri yang konon mampu membuat panen berlipat ganda. Sayangnya, syarat yang diberikan sangatlah mengerikan, petani harus membunuh seseorang yang masuk ke dalam rumahnya lalu menaruh mayatnya di dekat sawah.
3. Tumbal Untuk Sawah dan Hujan – India
Beberapa suku atau sekte aneh di India banyak yang melakukan upacara tumbal untuk meminta hujan dan kesuburan pada tanah. Kekeringan yang sangat parah dianggap sebagai salah satu kutuk dari dewa atau entitas yang dipuja. Untuk menghilangkan kutukan itu, tumbal kepala manusia harus diberikan secepat mungkin untuk mengundang datangnya hujan yang melimpah.
4. Tumbal Untuk Ladang-Ladang Firaun – Mesir
Bagi bangsa Mesir kuno, ladang adalah harta yang sangat berharga. Tanpa ladang mereka semua akan kelaparan dan mati dengan mengenaskan. Pentingnya akan ladang ini membuat Firaun selalu mengorbankan para budak untuk dewa-dewa yang memberikan panen besar dan tidak pernah gagal sepanjang tahunnya.
5. Tumbal Bayi Bangsa Canaanite – Area Israel, Palestina, dan Suriah
Bangsa Canaanite bermukim di wilayah yang saat ini menjadi Palestina, Israel, dan negara di sekitarnya Sebelum Islam dan Yahudi datang dan menjadi agama utama, penduduk di kebudayaan itu banyak sekali melakukan ritual kepada dewa yang bernama Moloch. Dewa ini berbentuk seperti sapi namun sangat haus darah hingga kerap diberikan tumbal berupa bayi.
Inilah lima prosesi pengorbanan yang dilakukan guna meminta keberkahan dan panen. Di masa lalu darah dan nyawa manusia dianggap tak ubahnya benda penukar keberuntungan. Oh ya, Indonesia di zaman kerajaan ada praktik seperti ini tidak ya?