Memilih motor bekas ternyata tak semudah membeli kacang goreng di pinggir jalan. Kenapa demikian? Produk otomotif yang satu ini jelas merupakan barang second alias tangan kedua, di mana kualitasnya belum tentu memenuhi persyaratan yang kita inginkan. Jelas, kita harus teliti memilih agar tidak mengalami kejadian yang diistilahkan seperti membeli kucing dalam karung.

Terkadang, penjual motor bekas juga ikut ‘bermain’ soal yang satu ini. Beberapa trik curang mereka juga pernah diulas oleh Boombastis sebelumnya. Jelas, kantong bakal bolong jika sampai salah pilih barang. Bagi kamu yang masih awam soal kendaraan roda dua bekas, ada baiknya mengajak teman atau rekan yang bisa dipercaya untuk membantu memilih motor yang sesuai dengan keinginan. Atau, kamu juga bisa melihat tips di bawah ini.

Jangan tergiur dengan tampilan luar

Ilustrasi tampilan motor bekas [sumber gambar]

Hal penting tapi sering diabaikan saat membeli motor bekas adalah, tertipu dengan tampilan motor yang kinclong. Penampakan luar yang oke, terkadang belum tentu bagus di bagian dalam. Sebagai langkah awal, sobat boombastis bisa melihat hal yang umum seperti cek kondisi kelistrikan, roda, rangka atau sasis motor, kebocoran yang mungkin ada, kilometer speedometer, dan mesin. Untuk yang terakhir, bisa dicoba dengan cara menghidupkan mesin motor.

Lihat kondisi mesin sejelas-jelasnya

Ilustrasi mesin motor bekas [sumber gambar]

Mesin menjadi komponen vital bagi sepeda motor. Tak jarang, banyak penjual curang yang bermain di wilayah ini. Terkadang, ada beberapa komponen antara merek satu dengan lainnya memiliki kesamaan. Sebagai contoh, banyak kejadian Yamaha Vixion, yang ternyata memakai mesin 135 cc milik Yamaha Jupiter MX karena memang satu merek. Agar tidak tertipu, langkah awal bisa melakukan cek pada nomor mesin (nosin) dan nomor rangka (noka), apakah sesuai dengan yang ada di BPKB serta STNK.

Tes motor dengan melewati medan yang bervariasi

Ilustrasi test ride motor [sumber gambar]

Lebih lanjut, melihat mesin dari sebuah motor bekas bisa dilakukan lewat cara test ride. Dengan ini, kita bisa merasakan performa sesungguhnya dari unit yang akan dibeli. Mulai dari akselerasi, pengereman, hingga pengendalian. Pastikan juga bahwa tidak ada bunyi-bunyian yang kasar yang terdapat di dalam mesin. Salah satu medan yang patut dicoba adalah tanjakan, di mana mesin motor akan dipaksa untuk mengeluarkan kemampuannya secara menyeluruh.

Tanyakan asal-usul motor dan alasan banderol harga yang diberikan

Ilustrasi motor bekas [sumber gambar]

Setelah yakin dengan motor yang dikendarai, cobalah untuk bertanya secara baik-baik tentang asal usul unit tersebut. Jelasnya, setiap kendaraan yang dijual pasti memiliki riwayat di masa lalu dan kenapa harus dijual. Pastikan juga untuk selalu mengupdate informasi seputar harga unit motor bekas yang ingin dibeli. Bukan apa-apa, hal semacam ini bisa menghindarkan kita dari ketimpangan harga, yang biasanya dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mencari keuntungan.

Pilih motor sesuai kebutuhan

Pilih motor sesuai kebutuhan [sumber gambar]

Terakhir, pilihlah motor yang sesuai dengan kebutuhan kita. Biasanya, ada beberapa jenis yang bisa dipilih yakni matic, bebek, sport dan trail. Untuk kebutuhan berkendara harian baik jarak jauh maupun dekat, motor bebek dan matic 110-125cc adalah pilihan yang tepat seperti Honda Vario CBS 125cc (matic), mapun Yamaha Vega 110. Jika digunakan untuk touring maupun kegiatan lainnya, bisa melirik jenis sport seperti Honda MegaPro atau Yamaha Vixion.

BACA JUGA: 6 Motor Bekas Keren yang Harganya Bikin Kantong Aman

Tak seperti unit baru, motor bekas bisa menjadi salah satu alternatif memiliki sebuah kendaraan jika tidak ingin dipusingkan dengan cicilan. Namun demikian, resiko yang didapat juga sepadan. Mengingat, motor bekas adalah unit dari tangan kesekian yang belum tentu terjamin kualitasnya. Maka dari itu, kenali tips di atas agar memudahkan kita dalam memilih kendaraan yang sesuai.