Di zaman yang sudah berubah ini, jarang orang yang masih hormat pada guru dan ulama. Lantaran sudah lama tidak bertemu, jangankan mencium tangan, yang ada malah menghindar dan pura-pura tidak kenal. Padahal, karena mereka juga kita bisa memiliki ilmu seperti sekarang ini.
Tapi siapa sangka ternyata masih ada orang yang melakukan hal terpuji dengan menunjukkan rasa hormatnya pada guru dan ulama. Bukan dari golongan orang penting ataupun pengusaha, melainkan dari seorang personel tentara. Jadi apa yang dilakukan tentara ini pada ulama hingga bikin haru netizen? Simak ulasan berikut.
Kedatangan Kiayi Ma’aruf Amin ke Malang
Tepatnya pada tanggal 17 Mei, sebuah akun facebook mengunggah foto kedatangan ketua MUI Kiai Ma’ruf Amin di kota Malang. Entah ada acara atau mungkin sowan, kiai nomor satu NU sekaligus cicit imam Masjidil Haram ini memang sering sekali datang ke kota apel itu.
Tentara mencium tangan ulama, tanda bukti hormat
Pemandangan unik yang dimaksud adalah suasana kedatangan ketua MUI yang disambut oleh Personel TNI Denpom V/3 Malang. Tidak seperti sambutan yang biasanya, personel TNI ini mencium tangan kiai Ma’ruf Amin saat beliau datang. Sebuah penghormatan pada seorang ulama yang memang saat ini sangat jarang kita lihat lagi. Berbeda dengan saat menghormati seorang komandan bahkan para pejabat, personel TNI ini menyadarkan kita betapa penting untuk bersikap santun pada seorang ulama.
Banyak respon positif dar para netizen
Netizen mengaku sangat salut dengan apa yang dilakukan oleh personel TNI ini yang menunjukkan kesantunan dan rasa hormatnya terhadap seorang ulama. Bukan hanya melindungi negara dari berbagai ancaman, namun juga menunjukkan bagaimana seharusnya kita bersikap. Banyak netizen yang mendoakan keselamatan bagi para personel TNI dan Ulama yang ada di Indonesia agar tetap menjaga kedamaian yang ada di negeri ini.
Ulama juga guru bangsa
Perlakukan personel TNI itu memang seharusnya adalah hal yang wajar. Bagaimanapun para ulama juga ikut mencerdaskan bangsa ini. Belum lagi jasa mereka yang ikut andil dalam kemerdekaan di Indonesia. Banyak sejarah mengungkapkan bahwa kalangan ulama selalu menjadi incaran para penjajah karena sudah dikenal pantang menyerah merebut kemerdekaan.
Melihat aksi personil TNI yang mencium ulama itu menunjukkan bukti meskipun memiliki jabatan namun harus tetap hormat pada guru. Itulah krisis yang selama ini kita rasakan, mentang-mentang sudah dapat ilmunya dan sukses, mereka kita lupakan. Sebaiknya kita berkaca pada peristiwa ini dan lebih memperbaiki diri terutama tentang adab kepada guru.