Dua puluh tahun yang lalu, rasanya sulit membayangkan bahwa suatu saat kita akan berkomunikasi dengan teknologi canggih bernama video call. Namun saat ini, video call adalah hal yang sangat lumrah dan digunakan umat manusia hampir setiap hari. Urusan rapat penting antar negara hingga urusan pacaran antar benuapun bisa dilampaui dengan teknologi.
Berikut ini, Boombastis akan mengajak Anda untuk berkhayal tentang teknologi yang akan segera kita miliki di masa depan. Alat-alat canggih ini sedang dirancang dan diteliti oleh para ilmuwan. Beberapa diantara inovasi berikut terlihat seperti di film-film ‘Science Fiction’, namun penelitiannya memang dilakukan di dunia nyata.
Jika Anda pernah menonton film ‘Men in Black’, pasti Anda ingat tentang alat canggih bernama Neuralyzer. Dengan menggunakan alat tersebut kedua agen kocak itu bisa menghapus ingatan dari orang yang mereka targetkan. Bayangkan jika teknologi tersebut benar-benar nyata, tentu akan menyenangkan bagi orang yang memiliki trauma di masa lalu. Sebab, ingatan buruk itu bisa dihapus.
Cybernetic Reading adalah sebuah rancangan alat, dimana alat sensorik akan ditanamkan di ujung jari dan telinga seseorang. Kedua alat sensorik itu akan saling berhubungan. Sehingga, jika Anda meraba teks pada buku dengan ujung jari, maka bacaan dari teks tersebut akan sampai ke telinga Anda melalui sinyal udara.
Kamera nyamuk pada dasarnya mirip dengan teknologi drone yang saat ini sedang populer. Namun, kamera ini memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dari drone. Bentuknyapun sangat mirip dengan nyamuk, sehingga tidak akan ada yang curiga bahwa alat ini sesungguhnya sebuah kamera.
Anda pernah nonton film animasi Up? Dalam film tersebut, para anjing diberi kalung khusus yang membuat kita bisa mendengar apa yang sedang mereka pikirkan. Ternyata, inovasi semacam itu terjadi di dunia nyata, meski tidak se-extravaganza film keluaran Pixar tersebut. Sekumpulan peneliti sedang merancang headset bernama ‘No More Woof’.
Jumlah mobil di bumi memang sudah terlalu banyak. Negara-negara yang dulunya tidak pernah mengenal istilah macet, mulai terjangkiti penyakit lalu lintas tersebut. Sementara negara kita sendiri masih terus berusaha mengatasi kemacetan, namun semua usaha tampaknya sia-sia saja.
Alat-alat di atas tampaknya kurang realistis, bahkan terkesan seperti fiksi belaka. Namun, beberapa abad lalu juga orang mungkin akan tertawa jika mendengar bahwa akan ada teknologi yang bisa membuat sekelompok orang berkendara di udara dengan pesawat. Namun buktinya, kini kita menggunakan pesawat di kehidupan sehari-hari.
Jadi, tidak ada salahnya berkhayal. Siapa tahu khayalan kita bisa menjadi inspirasi datangnya alat canggih berikutnya. Ingat kata Albert Einstein, Pengetahuan itu penting, namun imajinasi adalah segalanya. (HLH)
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…