Banyak dari mereka yang hidupnya kurang beruntung terkadang luput dari bantuan sosial. Tak hanya membutuhkan uluran tangan, statusnya sebagai orang miskin juga seolah tak mendapat perhatian lebih. Salah satunya bahkan hanya menjadi obyek foto namun tak kunjung tersentuh bantuan.
Seperti yang dialami oleh penderita kanker asal Boyolali, Jawa Tengah yang bernama Kinem. Berjuang melawan penyakitnya itu sejak 2009 silam, ia sempat ditemui donatur dan dijanjikan akan diberi bantuan setelah difoto. Harapan pun timbul dengan adanya kepedulian pada Kinem.
Selain Kinem, ada pula seorang nenek yang bernama Mak Minah, warga Kampung Randu Kurung, Desa Cibiuk Kidul, Kecamatan Cibiuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat yang juga tak tersentuh bantuan dari pemerintah. Padahal, kondisinya yang hidup seorang diri sangat memprihatinkan.
Bantuan sosial yang juga tak kunjung diterima juga dialami oleh Emak Amah. Wanita yang tinggal di Kampung Sukamanaah Timur, RT/RW 002/012 Desa Cikampek Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, itu mengeluhkan bantuan yang justru didapat oleh mereka yang hidupnya berkecukupan.
Kisah serupa juga datang dari seorang pria bernama Amin. warga Kampung Wedas Nenggang, Desa Sindangsari, Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, Banten, itu harus berjuang hidup bersama di sebuah gubuk yang dibangun dengan bahan seadanya. Untuk menopang kehidupan sehari-hari, ia bekerja sebagai kuli panggul di Pasar Petir dengan penghasilan paling besar Rp50 ribu per harinya.
Amin saat ini juga kesulitan mencari nafkah lantaran menderita sakit pada kaki kirinya yang bengkak berwarna kemerah-merahan. Dengan tempat tinggal yang sederhana itu, ia mencoba bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang berdampak pada semua sektor. Termasuk Amin yang kondisinya semakin terhimpit.
BACA JUGA: Nggak Cuma BLT Rp 600 Ribu, Pemerintah juga Berikan Bantuan Ini ke Rakyat untuk Lawan Covid-19
Bukan rahasia lagi jika bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah kerap tidak tepat sasaran. Terlebih di masa-masa sulit seperti saat ini akibat pandemi Covid-19, distribusi yang tidak pada tempatnya hingga penerima yang dapat bantuan dobel kerap terjadi. Seperti kisah warga miskin di atas, mereka yang seharusnya mendapat bantuan malah luput dari pantauan.