Belakangan masyarakat banyak mengeluh soal tagihan listrik mereka yang tiba-tiba melonjak drastis. Padahal sebelumnya normal-normal saja, tiba-tiba melambung tinggi bahkan ada yang tarifnya naik dua kali lipat. Setidaknya ada jutaan pelanggan PLN yang mengalami tarif naik drastis ini, termasuk salah satunya adalah pemilik bengkel las bernama Teguh Wuryanto asal Malang.
Pria yang berdomisili di Lawang, Kabupaten Malang itu menjadi salah satu masyarakat yang syok karena tagihan listriknya yang terbilang luar biasa, yakni Rp20 juta. Jumlah tersebut sempat mengagetkan Teguh lantaran dirinya selama ini merasa tak pernah menghabiskan biaya sebesar itu untuk listrik.
Melonjaknya tagihan listrik milik Teguh itu berawal saat seorang petugas PLN datang di rumahnya pada Januari 2020 silam. Maksud kedatangannya adalah untuk mengganti meteran analog menjadi digital secara gratis. Teguh pun senang dan percaya akan pelayanan PLN yang diberikan pada dirinya.
Saat dicatat oleh petugas PLN yang datang ke rumahnya, jumlah tagihan di bulan Mei melonjak drastis hingga mencapai Rp20.158.686. Teguh pun merasa syok dan tak habis pikir dengan biaya yang ada. Ia bahkan sempat mengira ada kelebihan nol alias salah catat pada jumlah tersebut. Setelah dicek kembali, tagihannya memang sebesar Rp20 juta sekian. Teguh pun tidak bisa berbuat apa-apa.
Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, Teguh pun disalahkan oleh PLN karena dianggap teledor sehingga tagihan listriknya membengkak sampai Rp 20 juta. Ia juga diharuskan melunasi tagihan yang ada jika masih ingin berlangganan listrik dari PLN. Hal inilah yang kemudian membuat pikiran Teguh kalut sekaligus bingung mencari biayanya. Bisnis bengkel las miliknya sendiri juga tengah terseok-seok akibat pandemi Covid-19.
BACA JUGA: Fakta Lonjakan Tagihan Listrik yang Bikin Masyarakat Megap-megap, Begini Penjelasan PLN
Hingga pada akhirnya, Teguh pun mencoba menyiasati tagihan tersebut dengan cara mencicil hingga lunas. Sebelumnya, meteran listrik di rumahnya ternyata sempat disegel oleh PLN Per 31 Mei 2020, “Saya tetap harus bayar 20 juta, tapi ya dicicil, baru listrik saya bisa disambung lagi oleh pihak PLN (Perusahaan Listrik Negara) ucapnya yang dikutip dari Tugu Malang pada Rabu (10/06/2020).