Saat berbicara tentang pejabat atau pemerintah, sering kita mendengar kalimat-kalimat yang bernada negatif. Hal ini terjadi karena sebenarnya masyarakat atau publik sudah mulai kecewa dengan para pejabat.
Akibatnya, pejabat yang baru mencalonkan diri juga sering diragukan dan susah mendapatkan simpati publik. Itu semua terjadi tidak lain karena sikap atau kebiasaan buruk pejabat yang sebelumnya seperti berikut ini.
1. Susah Mengakui Kesalahan
Rakyat mengharapkan seorang pemimpin atau pejabat yang jujur, adil, dapat dipercaya, dan benar-benar memikirkan nasib banyak orang. Dan jika memang melakukan kesalahan baik yang disengaja ataupun tidak, akan lebih baik jika mereka segera mengakui kesalahan tersebut karena hal ini juga menunjukkan kejujuran mereka.
2. Lebih Sering Membawa Kepentingan Golongan
Menjadi seorang pejabat berarti harus memikirkan rakyat dan bangsa yang diwakilinya, bukan cuma golongan saja. Sayangnya praktik yang sebaliknya justru sering terjadi.
3. Sering Tidur Waktu Rapat
Peristiwa pejabat yang tertidur di tengah rapat tidak terjadi satu atau dua kali saja, tapi sudah beberapa kali. Di era presiden SBY, beliau pernah marah-marah gara-gara ada pejabat yang tertidur pulas saat rapat.
4. Sering Minta Naik Gaji Padahal Rakyat Masih Juga Belum Sejahtera
Beberapa kali terdengar berita tentang pejabat yang minta naik gaji. Berita seperti ini seringkali bikin kaget rakyat. Bagaimana tidak, sekali lihat juga orang tahu bahwa fasilitas yang didapatkan para pejabat itu jauh lebih mewah dan nyaman dari yang dimiliki kebanyakan orang, tapi ternyata masih saja kurang.
5. Banyak Pejabat yang Korupsi
Ini salah satu hal yang paling miris serta merupakan masalah serius yang merugikan orang banyak. Yang membuat rakyat heran, gaji para pejabat itu sudah banyak, buktinya mereka punya mobil, rumah mewah, punya barang bermerek, bisa sering liburan, tapi kok masih saja mencuri uang rakyat.
6. Main Game dan Bahkan Nonton Video Mesum saat Rapat
Mayjen (Purn) Salim Mengga yang merupakan anggota DPR pernah tertangkap kamera asyik main game di smartphonenya saat rapat. Parahnya ini bukan pertama kalinya ia main game saat rapat, yang pertama saat rapat Paripurna DPR 22 Oktober 2012, dan yang kedua saat rapat Komisi II DPR dengan Kementerian Dalam Negeri untuk membahas evaluasi program e-KTP di Komplek Parlemen.
Menjadi seorang pejabat atau wakil rakyat itu memang bukan pekerjaan mudah karena mereka juga harus memikirkan kepentingan rakyat. Namun jika benar-benar memikirkan rakyat, perilaku-perilaku seperti yang disebutkan tadi juga seharusnya tidak terjadi. Sementara itu sebagai rakyat, kita juga tidak boleh putus asa lalu memilih sembarang calon yang ada. Kita juga perlu berperan dan berusaha mengenal siapa saja yang mencalonkan diri agar tidak salah pilih. Karena golput itu bukan solusi.