Categories: Trending

Inilah 4 Kawasan “Surga Dunia” Terbesar di Indonesia yang Akhirnya Gulung Tikar

Lagi-lagi, berita mengenai  hotel Alexis menarik perhatian para netizen di Indonesia. Hal ini terjadi lantaran, surat izin perpanjangan usahanya ditolak oleh gurbernur Jakarta Anies Baswedan. Apalagi mengingat banyaknya isu yang beredar mengenai lantai 7 gedung tersebut yang dianggap sebagai “Surga Dunia” dunia lelaki berhidung belang.

Rupanya tidak hanya Alexis, beberapa tempat yang dianggap “Surga Dunia” dulu juga sempat mengalami penutupan. Namun bedanya, beberapa tempat tersebut benar-benar terbukti tempat prostitusi bahkan sudah menjadi rahasia umum di masyarakat. Lalu daerah mana saja itu?

Kalijodo yang telah sudah tinggal kenangan

Salah satu kawasan prostitusi yang lumayan terkenal di Jakarta ini namanya sudah terkenal seantero nusantara. Apalagi mengingat sejarah “surga malam” kawasan ini memang sudah aja sejak zaman dulu. Alhasil makin tahun, prostitusi di kawasan ini berkembang karena adanya dukungan dari beberapa pihak seperti preman dan orang penting di sana.

kalijodo goyang [image source]
Namun 2016, rupanya menjadi tahun terakhir Kalijodo ini beroperasi lantaran mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, melakukan penggusuran pada daerah ini untuk diberdayakan menjadi kawasan yang lebih elit. Saat ini Kalijodo berubah menjadi wahana permainan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) para eks pegawainya pun ditampung serta diberikan skill kewirausahaan agar bisa mandiri tanpa harus bekerja seperti dulu lagi.

Gang Dolly sejarah kelam Surabaya yang berubah wajah

Siapa sangka dulu salah satu daerah di Indonesia sempat dinobatkan sebagai tempat lokalisasi paling besar di Asia Tenggara. Ya, nama gang Dolly sudah sontar jadi bahan perbincangan para pria-pria hidung belang. Namun tepatnya pada tahun 2014, lokalisasi yang sudah ada sejak zaman Belanda ini akhirnya ditutup oleh walikota Jawa Timur Tri Rismaharini.

gang dolly dulu dan sekarang [image source]
Nah, wajah Dolly sekarang sudah sangat berubah ketimbang yang dulu. Ya, eks lokalisasi terbesar itu kini menjelma sebagai kampung warna-warni yang ramai dikunjungi. Selain itu para mantan-mantan pekerja juga diberdayakan untuk membuat sebuah usaha khas gang Dolly seperti keripik sebagai mata pencaharian baru mereka.

Eks lokalisasi Saritem yang jadi kanvas para seniman

Bandung juga pernah memiliki sejarah lokalisasi yang dulu sempat tenar. Dikenal sebagai komplek Saritem, di sanalah para wanita menjajahkan diri di kota kembang itu. Sama seperti yang lain, bisnis lendir ini rupanya sudah ada sejak zaman Belanda, dimulai saat salah seorang wanita bernama Saritem diminta oleh salah seorang petinggi Belanda untuk dijadikan wanita simpanan.

saritem dulu vs Sekarang

Selanjutnya para kompeni itu meminta Saritem untuk mencari gadis-gadis lain sebagai pelampiasan syahwat serdadu-serdadu lain. Sejak saat itulah Nyai Saritem terkenal, dan tempat dirinya menjajahkan perempuan juga berubah menjadi lokalisasi yang dinamai sesuai namanya sendiri. Namun setelah ditutup, kini Saritem berubah menjadi tempat para seniman mural berkumpul untuk menghiasi tembok-tembok sekitar Saritem menjadi hasil karya.

Keramat Tunggak yang jadi wisata religi bagi warganya

Sebelum Kalijodo, rupanya dulu ada “Surga Dunia” Jakarta lain yang juga mengalami penutupan. Ya, Keramat Tunggak dulu pernah mengalami masa jayanya. Pada waktu itu kawasan tersebut bahkan sampai memiliki kurang lebih dua ribuan para wanita pemuas syahwat yang siap melayani para pria hidung belang yang datang ke sana.

Kramat Tunggak [image source]
Namun di masa jaya-jayanya kawasan ini, mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso melakukan penutupan pada kawasan tersebut untuk dialihkan menjadi kawasan wisata religi. Ya, di tanah bekas prostitusi itu kini berubah menjadi Jakarta Islamic Center. Para eks pekerja di sana juga diberdayakan dengan diberikan pendidikan skill kewirausahaan atau dicarikan pekerjaan lain.

Berkaca dari tempat-tempat tersebut, kita berharap semoga pemerintah juga mengambil langkah yang sama untuk memberdayakan eks pekerja Alexis jika tempat itu ditutup, entah itu nantinya benar terbukti atau tidak. Pasalnya jika mereka dibiarkan begitu saja pastinya akan jadi masalah karena menambah jumlah pengangguran, belum lagi takutnya mereka juga akan kembali ke dunia “pekerjaan” yang dulu pernah ditekuni.

Share
Published by
Arief

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

1 week ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

2 weeks ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

3 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

3 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

3 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago