Sebagai punggawa Timnas perjalanan Stefano Lilipaly bisa mengenakan lambang garuda di dada bisa dibilang tidaklah mudah. Selain harus bersaing dengan ratusan bakat tanah air, dirinya juga merupakan pemain naturalisasi yang kerap dipandang remeh nasionalisnya. Alhasil bakat besarnya sempat harus terabaikan oleh pelatih Tim Merah Putih di beberapa pertandingan Indonesia.

Namun saat ini hal tersebut sudah bagaikan menjadi angin yang berlalu, lantaran Stefano Lilipaly kembali dipercaya menggunakan lambang Garuda di dada. Bahkan kembalinya membela tanah air, ia langsung mencatatkan cerita manis untuk bangsa negara. Dan membuka peluang Timnas untuk mampu lolos ke babak selanjutnya Asian Games 2018 cabang sepak bola. Lantas bagaimanakah kisah kisahnya? Mari lihat ulasan berikut ini.

Setelah pergantian pelatih Lilipaly jarang mendapatkan tempat

Lilipaly bersama Bali United [Sumber Gambar]
Tercatat hanya satu sampai dua laga saja yang dijalani Lilipaly kala Indonesia berganti pelatih dari Alfred Riedl ke Luis Milla. Tidak dipanggilnya pria berdarah Belanda lantaran kebutuhan pelatih asal Spanyol ini lebih banyak pada sektor penyerang. Hal ini dibuktikan dengan pemanggilan nama pemain naturalisasi macam Beto atau Spaso. Selain itu menurut Luis Milla, seperti dikutip laman Bola.com alasan lain tidak dipanggilnya namanya dahulu adalah banyak pemain lokal yang memiliki posisi sama dengan Lilipaly memiliki kemampuan bagus. Namun sekarang dirinya sukses menembus skuad untuk Asian Games 2018.

Hadirnya Stefano Lilipaly sukses bantu Indonesia menang di Asian Games 2018

Selain untuk dirinya sendiri, bergabungnya Stefano Lilipaly ke tubuh skuad Garuda untuk Asian Games 2018 juga menyimpan berkah untuk Indonesia. Pasalnya lewat aksi menawannya di laga Timnas menghadapi Chinese Taipei, Indonesia sukses memperoleh hasil positif di pertandingan pertama ajang akbar itu. Kondisi yang juga kini membuat peluang Tim Merah Putih untuk bisa lolos ke babak selanjutnya terbuka. Di pertandingan tersebut, pemain Bali United sukses menciptakan 2 gol dan satu kali assist yang berbuah robeknya gawang lawan oleh Beto Goncalves.

Kehadiran juga sempat bantu Timnas tembus ke final Piala AFF 2016

Dalam sejarahnya memperkuat Timnas pemain bernomor punggung 10 ini juga pernah bantu antar Indonesia ke partai puncak kompetisi sepak bola akbar Asia Tenggara. Berlaga di Piala AFF 2016, dirinya mampu memberikan warna untuk permainan Timnas. Beberapa kali juga sukses menciptakan gol-gol penting untuk Indonesia. Seperti salah satu golnya ke gawang Singapura yang membuat Timnas lolos ke semifinal. Pada babak tersebut juga aksinya menjebol gawang Vietnam di leg 2 juga sukses antarkan Tim Merah Putih ke final. Kendati pada akhirnya kalah di laga puncak, namun kehadirannya selalu memberikan pengaruh positif untuk rekan dan tim.

Kecintaan terhadap negara menjadi alasan ia pilih Indonesia

Lilipaly WNI tahun 2013 [Sumber Gambar]
Stefano Lilipaly sendiri menjadi warga negara Indonesia pada tahun 2011. Kala itu hasratnya bermula dari kecintaan terhadap Indonesia yang besar. Bahkan dirinya selalu memimpikan untuk bisa memperkuat Timnas di berbagai ajang internasional. Darah Indonesia, Lilipaly berasal dari sang ayah yakni Rony Lilipaly yang berasal dari Papua. Setelah menjadi WNI, ia baru bisa memakai seragam merah putih pada tahun 2013. Ketika itu menghadapi Filipina dan sukses antar tim meraih kemenangan dengan skor 2-0.

Kisah perjalanannya yang sempat tidak masuk lalu berhasil menjadi pahlawan untuk Timnas, adalah sedikit bukti bagaimana setiap usaha pasti menemui hasil yang baik. Hal tersebut akan jauh lebih bagus lagi, apabila ia nantinya di Asian Games 2018 juga mampu bantu Indonesia meraih penghargaan tertinggi yakni juara.