in

Sopir Angkot dan Driver Ojol Rebutan Penumpang, Harus Gini Penyelesaian Urusan Perut?

Cari duit di zaman sekarang memang kadang menggunakan kekerasan. Apalagi kalau seharian enggak ada uang yang masuk ke dalam kantong. Emosi rasanya sudah sampai ke ubun-ubun. Sama seperti yang terjadi di Kota Probolinggo senin lalu (10/12), ada driver ojek online ribut dengan sopir angkot.

Bermula dari Mulyono, driver ojek online yang menaikkan penumpang dan melewati area mangkalnya sopir angkot. Lalu si sopir angkot yang tak diketahui namanya tersebut langsung menghadang Mulyono dan memaksa si penumpang untuk segera turun. Padahal si penumpang sedang dalam kondisi hamil.

Driver ojol dan sopir angkot nyaris bentrok [Sumber Gambar]
Merasa dirinya terancam, Mulyono langsung saja menghubungi teman-temannya untuk datang ke pangkalan angkot tersebut. Tak berapa lama, driver ojek online lain datang ke tempat itu bersamaan dengan sopir angkot lainnya. Dari sanalah kedua kubu tersebut langsung cekcok dan hampir terjadi bentrok. Tapi untungnya, Satpol PP Kota Probolinggo berhasil melerai mereka.

Kondisi saat diamankan pihak berwajib [Sumber Gambar]

Salah satu sopir angkot bernama Naim menuturkan kalau pihaknya sangat tidak suka dengan perbuatan driver ojek online yang sering menaikkan penumpang di daerah mangkal angkutan kota. Padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan jika driver ojek online dan sopir angkot mempunyai wilayah sendiri-sendiri untuk menaikkan penumpang. Tapi tetap saja, sepertinya aturan ini dilupakan oleh sebagian pengemudi ojek online.

Dibuat aturan tertulis agar tak ada yang melanggar [Sumber Gambar]
Miris memang melihat pertikaian antara sopir angkot dan driver ojek online. Di mana mereka seharusnya saling merangkul lantaran sama-sama mencari uang di bidang serupa. Namun memang untuk kali ini ojek online lebih diminati karena cepat, murah dan bisa langsung turun di tempat tujuan. Beda halnya dengan angkot yang harganya juga terjangkau tapi tak semuanya dapat menurunkan penumpang di tempat tujuan.

Nah, dari hal inilah yang membuat para sopir angkot bersikap sinis dengan driver ojek online. Namanya perjanjian ya harus ditepati bagaimanapun keadaannya. Kalau sudah seperti ini sebaiknya kesepakatan dibuat secara resmi. Ada hitam di atas putih lah istilahnya. Lalu diperlukan juga saksi supaya antara dua kubu tersebut tak berani untuk melanggarnya. Jika perlu, perjanjian ini dijadikan peraturan daerah dan disediakan konsekuensi bagi siapapun yang melanggar. Dengan begitu, kejadian seperti ini kemungkinan besar tak akan terulang lagi.

BACA JUGA : Naik Angkot Vs. Transportasi Online, Lebih Enak Mana Ya?

Pertengkaran antara sopir angkot dan driver ojek online ini seharusnya tidak terjadi. Sebab keduanya sama-sama mencari makan tapi dengan cara masing-masing. Pada intinya, setiap orang sudah diatur rezekinya masing-masing oleh Tuhan. Jadi tak pantas kita marah kepada seseorang hanya karena rezeki kita lebih sedikit daripada ia.

Written by Firdha

Firdha Rahma, dilahirkan di Kota Malang tanggal 5 Agustus 1994. Ia tergabung di Boombastis.com sejak bulan Desember 2017. Perempuan bermata sipit ini suka sekali warna merah dan hewan yang bernama kucing. Dia mempunyai hobi menonton film segala genre, menulis dan baca-baca artikel tentang teknologi ponsel yang terbaru.
Punya hobi menulis sejak SMK, tapi belum begitu aktif di dunia blog. Nah, karena kuliah ada sedikit waktu senggang jadi kegiatan menulis bisa diterapkan kembali ke dalam blog. Blognya berisi tentang travelling, kuliner dan review film.

Leave a Reply

Kisah Hebat Bambang Genjit, Sopir Angkot Bangun SSB untuk Kemanjuan Bola Indonesia

SSBA, Senapan Serbu Terbaru Buatan Pindad yang Digunakan Untuk Pertempuran di Dalam Air