in

Al-Ula, Situs Angker di Arab Saudi yang Dipercaya Masyarakat Sebagai Surganya Para Jin

Situs kuno selalu menjadi bahasan yang menarik untuk dibaca. Karena, tak hanya ada sejarah saja, kadang banyak kejadian di masa lalu yang kini dikenal oleh masyarakat melalui cerita-cerita dan mitos angker di dalamnya. Salah satu tempat yang tidak terlepas dari cerita angker ini adalah Al-Ula atau Ak-Ola, yang terletak di sudut utara yang terpencil Arab Saudi.

Al-Ula sendiri kini akan disulap oleh pemerintah sebagai tempat untuk atraksi wisata dunia yang baru. Harapannya, dengan adanya destinasi ini, perekonomian negara Teluk itu mengurangi ketergantungan dari penjualan minyak mentah. Mari kita lihat sisi lain di balik situs kuno Al-Ula ini.

Berisi situs arkeologi pra-Islam

Al-Ula ini dahulunya merupakan ibukota Lihyanites (Dedanites) yang berusia lebih dari 2000 tahun. Di dalam kompleks Al-Ula ini terdapat banyak sekali situs arkeologi pra-Islam yang usianya juga ribuan tahun. Situs Al-Ula juga mencakup warisan dunia UNESCO, yakni Madinah Saleh yang dibangun oleh Peradaban Nabatean.

Al Ula [sumber gambar]
FYI, Peradaban Nabatean di Madain Saleh ini dulunya dihuni oleh Kaum Tsamud dan ‘Ad, umat Nabi Saleh AS yang dikenal sangat ingkar. Meski mereka tinggal dengan memahat batu dan tebing, kehidupan mereka paling maju pada masanya. Sayang, karena ingkar kepada Tuhan YME, penduduknya dihancurkan oleh suara petir yang memekakkan telinga.

Tempat terkutuk yang tak boleh didekati

Masyarakat Arab Saudi punya kepercayaan bahwa situs Al-Ula ini merupakan tempat terkutuk yang dihantui oleh Jin. Karena itulah tak ada yang boleh mendekatinya. Hal ini juga didukung oleh fatwa ulama mereka yang menyebutkan bahwa umat muslim terlarang mendekati wilayah Al-Ula, yang terdapat di dalam hadits.

Suasana di Al-Ula [sumber gambar]

Namun, shahihnya hadits itu masih tak bisa dipastikan dan masih menjadi perdebatan. Al-Ula pernah dibuka pada 2012, namun ada seorang siswa yang konon melihat jin, sehingga Al-Ula akhirnya ditutup lagi. Pada tahun 2019, situs ini dibuka kembali untuk umum dan diharapkan bisa menjadi pemasukan untuk negara.

Melestarikan situs-situs kuno

Melansir voaindonesia.com, pengembangan Al-Ula adalah bagian dari upaya untuk melestarikan situs-situs peninggalan zaman pra-Islam untuk menarik wisatawan non-Muslim, memperkuat identitas nasional dan meredam ketegangan dari Islam Sunni yang telah mendominasi Arab selama beberapa dekade.

Berpotensi wisata [sumber gambar]
Harapannya sih, makam-makam megah dari gunung batu tak hanya bisa lestari karena terawat saja tetapi juga menjadi daya tarik tersendiri untuk menggaet para turis. Ya, semoga saja mimpi pemerintah Arab Saudi ini benar-benar terwujud.

BACA JUGA: Menengok 4 Makam Angker di Indonesia yang Kengeriannya Bisa Buat Orang ‘Mati Ketakutan’

Hingga sekarang, Al-Ula masih dalam tahap pengembangan. Warga setempat juga sudah berencana membuka toko dan restoran. Ratusan pemuda telah dikirim ke luar negeri untuk belajar mengenai industri pariwisata. Karena sekarang, Arab Saudi yang konservatif mulai melonggarkan batas-batas sosial, beberapa pemandu wisata di al-Ula adalah perempuan.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

5 Alasan Kenapa WNI Eks ISIS Tidak Perlu Dipulangkan Kembali ke Indonesia

Perbandingan Jet Tempur T-50 dan Su-35 Rusia yang Katanya Akan Dibeli oleh Indonesia