headline (c) Voice4nations
Jika kamu sesekali melihat media online, koran, atau pemberitaan di televisi, pasti ada yang namanya tindak kriminalitas di mana-mana. Entah itu peperangan antar negara, perampokan, pengeboman, terorisme, pemerkosaan, semuanya hampir selalu menghiasi headline-headline media massa.
Apakah manusia memang lahir dengan membawa sifat keangkuhan, kekerasan, dan kekejaman? Ataukah semua kriminalitas itu terjadi karena efek sosial dan perkembangan zaman? Jawaban dari pertanyaan itu hingga sekarang masih belum bisa dipecahkan oleh siapapun, bahkan seorang psikolog jenius sekalipun. Manusia adalah makhluk yang sangat tak bisa ditebak sifat dasarnya, namun berikut ini adalah beberapa fakta yang menjelaskan bahwa kita semua punya sisi gelap, entah disadari atau tidak..
Peperangan adalah sebuah hal mengerikan yang hingga detik ini masih saja terjadi di beberapa tempat. Meski jumlahnya sudah tak lagi sebanyak dulu, namun tetap saja manusia seakan saling tak mau mengalah dan kukuh pada ideologi masing-masing, lalu menumpahkan emosinya lewat perang ketika tak ada titik temu di antara perdebatan mereka.
Coba kamu tonton sebuah program latihan militer di Discovery Channel. Beberapa orang memang terlihat seperti lahir untuk berperang. Mereka bisa membiasakan diri di tengah-tengah suasana mencekam dan berbahaya dengan sangat cepat. Bahkan mereka terlihat bangga dan sumringah ketika membawa sebuah senjata di tangan. Yang jadi pertanyaan, ‘Apakah kita berperang karena sebuah keharusan atau karena kita menyukainya?’
Cyber bullying adalah sebuah hal yang sudah menjamur di seluruh dunia. Ketika kamu mengunjungi sebuah forum atau media sosial, pastinya kamu akan menyaksikan beberapa netizen jahat yang selalu merasa benar dan mengolok-ngolok orang lain dengan kata-kata super kasar. Kenapa?
Setelah dilakukan penelitian, banyak yang bilang jika tukang bully di dunia maya itu bisa berkata kasar sekenanya karena mereka tak harus mengalami risiko untuk bertemu langsung dengan sang target. Ada juga teori yang menyebut jika tukang bully adalah orang-orang yang terlanjur menyimpan banyak kebencian dalam hidupnya, sehingga akhirnya hanya bisa melepaskan emosinya ke dunia maya yang mereka anggap aman. Yang terakhir ada juga pendapat yang menyebut jika mereka terlalu lama jauh dari sosialisasi dan kontak mata bdengan orang lain. Kalau menurut kalian yang mana yang benar?
Akuilah, pasti ada masa-masa di mana kalian suka nonton pertandingan tinju, smack down, atau film aksi yang di dalamnya terdapat adegan-adegan kekerasan. Karena tingginya rating untuk acara-acara seperti itulah kini stasiun televisi semakin berlomba-lomba untuk memikirkan program baru yang menyelipkan kekerasan di dalamnya untuk kepentingan pribadi.
Well, pihak stasiun televisi tak sepenuhnya bersalah. Yang jadi pertanyaan penting adalah, kenapa kita suka menonton acara-acara berbau kekerasan seperti itu? Beberapa peneliti menyebut jika manusia itu akan mengalami sebuah sensasi aneh yang membuat ketagihan ketika melihat orang lain saling baku hantam. Apapun alasannya, hal itu merupakan sebuah bukti jika manusia memang punya sisi gelap jauh di lubuk hati masing-masing.
Jika seseorang gemar menggunakan kekerasan supaya dipandang dengan hormat oleh masyarakat, ada juga sekelommpok orang yang lebih memilih fokus untuk menyendiri dan belajar untuk jadi orang pintar. Meski golongan satu ini tak terlihat berbahaya dari segi fisiknya, namun sebenarnya mereka lebih memilih menyendiri karena punya mindset jika orang lain itu tak berguna untuk dirinya.
Semakin mereka merasa diri sendiri pintar, maka pikiran mereka akan dipenuhi dengan sifat merendahkan orang lain yang makin besar. Contohnya, beberapa orang pintar di masa lalu seperti Freud dan Thomas Hobbes sempat menulis buku dengan tema yang sama. Intinya di mata mereka manusia itu adalah makhluk agresif, kesepian, koktor, brutal, dan sejenisnya. Tentu saja mindset merendahkan orang lain seperti ini nantinya berpotensi untuk menyebabkan sebuah perpecahan antara satu orang dan lainnya.
Usut punya usut, insting kita untuk bertahan hidup dengan menggunakan cara apapun itu dimulai sejak dini, yakni di dalam rahim ibu. Pada sebuah penelitian terbaru, seorang doktor kandungan menyebutkan jika bayi kembar akan saling bertengkar untuk memperebutkan ruang kosong di dalam rahim ibunya.
Uniknya lagi, janin yang masih belum sadar itu sudah saling mencuri darah hanya untuk bertahan hidup tanpa memperdulikan kelanjutan hidup yang lainnya. Secara tidak langsung, fakta ini menegaskan jika manusia itu punya sebuah insting untuk melindungi diri sendiri dari bahaya, tak peduli apa yang akan terjadi pada sekitarnya nanti. Apakah kalian yang punya saudara/i kembar merasakan hal seperti itu?
Well, dengan sifat-sifat ‘jahat’ seperti itu, tak heran jika akhirnya manusia masih sering kali melakukan tindakan kriminalitas atau kekerasan lainnya. Meskipun begitu, dengan bantuan hukum yang kini makin berkembang, setidaknya angka kejahatan bisa sedikit dikurangi, meski belum bisa sepenuhnya hilang dari dunia ini.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…