Nenek moyang manusia yang tinggal di zaman kuno memiliki kemampuan hebat dalam mendirikan bangunan dengan arsitetur yang mengagumkan. Mulai dari piramida, taman tergantung di Babylonia, Stonehenge, Borobudur dan masih banyak lagi.
Tapi kehebatan mereka tidak cuma dalam hal membuat bangunan megah saja. Mereka ternyata juga punya kemampuan hebat dalam menciptakan sebuah senjata kuno yang menakjubkan. Berikut ini beberapa diantaranya.
1. Burung Gagak Pembawa Api
Namanya mungkin memang terlihat seperti jurus rahasia dalam film-film kung fu, tapi senjata dari China ini tidak ada hubungannya dengan bela diri tersebut. Pada dasarnya, senjata ini adalah burung mainan yang terbuat dari batang bambu dan kertas. Namun yang membuat senjata ini efektif adalah masing-masing burung diisi dengan bahan peledak.
2. Cakar Archimedes
Sesuai dengan namanya, senjata ini memang dirancang oleh penemu terkenal, Archimedes. Tujuan awalnya adalah untuk mempertahankan wilayah tepi laut di dinding kota Syracuse dari serangan laut.
3. Guci Berisi Ular
Di wilayah Romawi kuno, ular juga menjadi salah satu senjata mematikan. Para tentara biasanya tidak akan pernah menyangka ada guci berisi ular dijatuhkan atau dilemparkan kepada mereka dalam peperangan.
4. Nest of Bees Alias Sarang Lebah
Meski namanya sarang lebah, bukan berarti senjata yang satu ini adalah lebah yang dilemparkan ke musuh. Senjata ini adalah sebuah kotak kayu dengan ruangan di bagian tengah berbentuk segi enam seperti sarang lebah yang besar. Itulah mengapa senjata ini bernama ‘nest of bees’.
5. Greek Fire atau Api Yunani
Tentara Bizantium sudah mengenal flamethrowers atau senjata pelontar api sejak zaman dulu. Hanya saja mereka mengenalnya dengan ‘Greek Fire’. Mereka menggunakan senjata rahasia ini untuk membakar armada laut pasukan Arab yang menyerang kota Konstantinopel.
Jangan dikira zaman dahulu tidak ada teknologi modern. Nyatanya pada masa itu para pasukan militer justru bisa bertarung dengan senjata yang terbilang maju untuk zamannya. Hal ini penting untuk melindungi wilayahnya dari penjajah, atau untuk dalam kasus tertentu untuk menginvasi suatu wilayah.