Pada masa penjajahan, bisa dibilang kalau kekuatan para pejuang Indonesia dulu sangat kalah telak dengan para Belanda ataupun Jepang. Namun anehnya, para pejuang tidak pernah gentar dalam merebut kemerdekaan kembali dengan senjata seadanya. Salah satu senjata yang paling ampuh itu, adalah bambu runcing. Ya, senjata asli Indonesia yang bikin penjajah ketar-ketir.
Telah lama kita mengenal namanya bambu runcing, namun tahukah dari mana senjata itu berasal? Ternyata jika diruntut ke belakang, ada sejarah panjang dari senjata yang satu ini. Mulai dari dibuat oleh seorang kiai hingga menjadi senjata sakti. Agar tidak penasaran, simak ulasan berikut.
Asal-usul dari bambu runcing
Masih simpang siur mengenai bagaimana senjata yang berasal dari bambu ini dibuat, namun salah satu versi yang paling umum adalah berasal dari salah seorang kiai yang ada di Indonesia. Ya, beliau bernama Subchi seorang ulama Parakan yang digadang sebagai salah seorang pencetus senjata ini.
Bukan seorang ulama biasa
Banyak sekali julukan dari beliau, mulai dari kiai bambu runcing hingga sang penggerak. Ya itu semua disematkan karena berkat jasa beliau pula para santri dan pejuang berjuang bersama menghadapi penjajah. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai seorang yang alim. Menjadi anak dari salah satu ulama yang terkenal, kiai Wahab, kiai Subchi selalu didik dengan ilmu agama yang kuat.
Kehebatan bambu runcing yang terkenal sepanjang masa
Setelah para santri disuruhnya untuk membuat senjata bambu runcing atas perintah kiai Subchi, rupanya kepamoran senjata ini menyebar hingga ke mana-mana. Ya, berkat senjata ini pula, banyak peperangan yang dimenangkan oleh pejuang Indonesia. Para pejuang dan santri di daerah lain pun juga ikut menggunakan bambu runcing sebagai senjata utamanya.
Penjajah paling ogah kalau berhadapan dengan bambu runcing
Bisa dibilang ketimbang menghadapi para pasukan lengkap dengan senjata api, penjajah lebih takut dengan serdadu bambu runcing. Kenapa? Alasannya sepele, banyak yang tidak ingin mati dengan keadaan yang tersiksa. Seperti yang diketahui, akan lebih baik bagi penjajah itu ditembak dengan peluru meskipun terkena organ vital. Ya, jika terluka pun bisa dengan mudah diobati sedangkan jika fatal pun bisa langsung meninggal. Sedangkan jika menggunakan bambu runcing pastinya akan menimbulkan kematian yang sengsara. Mulai dari infeksi hingga luka yang mungkin tak kunjung sembuh.
Kita mesti bangga dengan kehebatan para pejuang Indonesia, dengan senjata bambu runcing saja bisa membuat penjajah jadi balik kucing. Sekarang adalah tugas kita untuk melanjutkan perjuangan mereka. Mungkin bambu runcing sudah tidak ada, namun semangat untuk memajukan dan membela negara pastinya masih ada dalam diri kita.