Kerusuhan yang terjadi di beberapa titik pada tanggal 22 Mei lalu meninggalkan sejumlah pertanyaan. Tak hanya rusuh saja, beberapa orang juga harus berurusan dengan para Brimob, bahkan ada yang datangkap dan belum pulang hingga sekarang.
Bukti adanya tindak penangkapan disertai dengan kekerasan (pemukulan) ini terungkap dari sebuah video yang beredar. Melansir tempo.co, anggota Brimob Polri disebut menangkap lebih dari satu orang dari area Smart Services Parking pada Kamis pagi lalu, 23 Mei 2019, seusai kerusuhan 22 Mei 2019. Lokasinya di area Masjid Al Huda, Jalan Kampung Bali XXXIII, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Beberapa saksi yang ada di tempat kejadian mengungkapkan bahwa mereka melihat Iyo saat dihampiri lalu digebuk secara brutal oleh para Brimob hingga babak belur. Salah satu yang memberi klarifikasi adalah ketua RT setempat, WindaDevianti. Winda menuturkan bahwa memang ada sejumlah pemuda ditangkap dalam penyisiran oleh anggota Brimob pada Kamis pagi 23 Mei, termasuk Iyo. Tetapi, Winda mengaku telah menjelaskan bahwa Iyo yang ditangkap adalah warganya, bukan massa perusuh.
BACA JUGA: Mengenang Kembali Peristiwa Mei 98 dan Kasus yang Tak Terungkap Hingga Saat Ini
Jika memang kasus ini merupakan salah tangkap, maka Iyo bukanlah orang pertama, Sahabat. Sebelumnya, ada Teuku Yazhid yang dikira sebagai penghina dan pemuda yang ingin membunuh Presiden Joko Widodo. Padahal, Yazhid bukan pelaku sebenarnya dan hanya memiliki wajah yang mirip dengan Sayyid Fahry (sang pelaku). Video pengancaman pembunuhan dan penangkapan, serta klarifikasi dari Yazhid dan keluarga ini pun sempat viral dan tersebar di Twitter.