in

Rummu, Penjara Bawah Air di Estonia yang Dijuluki Sebagai Alcatraznya Eropa

Penjara, sudah pasti sebuah tempat penampungan para penjahat yang lekat dengan image mengerikan. Ada banyak sekali rumah tahanan yang saat mendengar namanya saja, orang sudah bergidik takut, salah satunya adalah Alcatraz. Selain lokasinya yang berada di tengah lautan, konon di penjara ini, siksaan yang didapat oleh para narapidana juga tak kalah mengerikan.

Nah, ada penjara lain loh yang juga dijuluki sebagai Alcatraz-nya Eropa. Letak penjara ini unik, karena berada di bawah laut atau underwater. Rumah tahanan ini dikenal dengan nama Rommu atau Rummu, yang berlokasi di Estonia. Kepo kan seperti apa sih penjara ini? Simak dalam ulasan Boombastis.com berikut ini ya!

Rummu merupakan bekas kamp kerja Uni Soviet

Runtuhnya Uni Soviet meninggalkan banyak sejarah dan struktur yang akhirnya terbengkalai. Salah satunya adalah Rummu, yang dulunya adalah kamp kerja Uni Soviet, yang saat ini dikenal dengan penjara bawah laut Estonia.

Penjara Rummu [sumber gambar]
Pada awalnya, penjara ini bernama Murru, didirikan pada akhir tahun 1930-an. Sel penjara yang pertama baru dibangun 19 tahun berikutnya, yakni pada tahun 1949. Pada awal berdiri, bangunan ini tidak berada di tengah-tengah danau. Lokasinya merupakan tambang batu kapur, di mana para tahanan dipaksa bekerja. Lantas, setelah Uni Soviet runtuh, struktur bangunan dibiarkan tak terurus, hingga akhirnya genangan air membuat ia tenggelam ke dalam danau.

Tempat yang mengerikan pada masa itu

Pada saat masih menjadi rumah bagi para tahanan, penjara Rummu adalah tempat yang menakutkan. Bahkan, penjara ini dijuluki sebagai ‘Alcatraz’nya Eropa. Melansir dari Dailymail, saat perang Soviet masih berlangsung, kurang lebih ada sekitar 7.000 tahanan yang mendekam di dalam penjara ini.

Penjara yang sudah berlumut [sumber gambar]

Layaknya penjara, tak hanya dipaksa untuk bekerja saja, saat tidak patuh pada perintah, para tahanan akan mendapatkan siksaan. Sejak ditutup, penjara ini sebenarnya tak lagi boleh dimasuki. Akan tetapi, banyak yang memanfaatkannya sebagai tempat wisata sejarah.

Tempat yang indah untuk para pecinta diving dan underwater photography

Penjara Rummu ini tenggelam dikarenakan fenomena alam yang terjadi secara natural. Meski mengerikan pada masanya, setelah tenggelam ada banyak spot indah yang bisa dijelajahi di penjara ini. Mulai dari sisa-sisa bangunan yang sudah berlumut, dinding tua yang masih berdiri di dasar danau, lonceng yang berkarat, bahkan kehadiran biota air di sekitar penjara, membuatnya tampak menarik. Saat ini, penjara Rummu dijadikan destinasi oleh orang-orang yang menyukai kegiatan diving.

Diving di Rummu [sumber gambar]
Jika dilihat dari kedalamannya, Danau Rummu bisa diselami sekitar 6-10 meter. Akan tetapi di musim dingin, suhu air bisa saja mencapai 4 derajat celcius, sehingga para divers harus lebih hati-hati. Selain menjadi surga untuk para penyelam, penjara Rummu ini juga menjadi destinasi untuk para underwater photography. Karena, di penjara Rummu, hasil gambar akan tampak memikat dan unik.

BACA JUGA: 3 Penjara Paling Menyeramkan di Dunia, Pernah Terjadi Peristiwa Berdarah yang Bikin Ngeri

Penjara yang awalnya mengerikan ini, kini beralih fungsi menjadi tempat wisata. Rummu sering dikunjungi karena banyak pengunjung yang penasaran akan suasana penjara bawah laut ini. Konon, saat mendekati dinding penjara yang masih kokoh, masih terasa vibes para tahanan yang ingin melarikan diri dari dalam penjara.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Banting Setir dari Dunia Entertainment, 7 Artis Ini Pilih Jadi Pengacara

Kisah Ayah yang Tak Menyerah Gali Tanah Selama Delapan Bulan Demi Temukan Jasad Anaknya