in

3 Penjara Paling Menyeramkan di Dunia, Pernah Terjadi Peristiwa Berdarah yang Bikin Ngeri

Penjara merupakan tempat paling cocok untuk para tahanan yang telah melakukan tindak kejahatan. Rumah tahanan punya fasilitas dan kebijakan masing-masing di tiap negara. Kalau di Indonesia, ada penjara yang pernah disorot karena fasilitasnya yang dinilai mewah untuk para koruptor.

Berbeda lagi dengan penjara-penjara yang ada di bawah ini. Jauh dari fasilitas mewah, 3 penjara ini justru dikenal dengan penjara paling mengerikan di dunia. Tak ada napi yang berhasil kabur, bahkan pembantaian berdarah pernah terjadi.

Penjara Tadmor

Penjara yang berada di Suriah ini merupakan salah satu yang paling menyeramkan di dunia ini. Sebuah menara pasir menjadi momok tersendiri bagi para tahanan, karena penjaga selalu siap siaga di sana. Tak hanya ditangkap dan dimasukkan ke dalam penjara lagi, para tahanan yang berani coba-coba untuk kabur, bakal ditembak mati oleh penjaga.

Penjara Tadmor [sumber gambar]
Selain itu, penjara Tadmor juga tak layak huni karena para tahanan dikurung dalam ruangan dengan dinding kotor dan dingin di malam hari. Salah satu peristiwa yang bikin ngeri terjadi pada tahun 1980. Saat itu, percobaan pembunuhan kepada presiden saat berkunjung pernah terjadi. Para tahanan pun mendapat getahnya, mereka dibantai dan tak bisa melarikan diri karena kaki dirantai. Konon, butuh 2 minggu untuk membersihkan bekas pembantaian itu.

Penjara Alcatraz

Penjara yang mengerikan selanjutnya adalah penjara Alcatraz yang terletak di teluk San Francisco, California, Amerika Serikat. Penjara ini begitu terisolasi dari daratan sekitar, berada di pulau karang dan dikelilingi perairan dingin, membuat akses keluar masuk lebih sulit. Selain lokasi yang tak memungkinkan, keamanan ekstra ketat membuat tidak ada satu napi pun yang berhasil kabur.

Penjara Alcatraz [sumber gambar]
Penjara ini adalah tempat berkumpulnya para tahanan yang sangat berbahaya. Beberapa di antaranya sangat terkenal karena kasus yang sangat kejam. 3 napi akan dijaga oleh seorang penjaga, sehingga penjagaan makin ketat. Meski begitu, bukan berarti tak ada yang berusaha melarikan diri. Satu percobaan melarikan diri paling berdarah terjadi pada tahun 1946.

Penampakan dalam Penjara Alcatraz [sumber gambar]
6 tahanan mencoba melarikan diri, mengalahkan penjaga dan mendapatkan akses senjata. 2 petugas terbunuh dan 18 lainnya terluka. Akhirnya, ketegangan berakhir setelah seorang Marinir AS datang. 3 tahanan meninggal, 2 tahanan lainnya dihukum mati, dan satu sisanya melanjutkan hukuman. Digunakan sebagai tempat tahanan sejak tahun 1934, penjara Alcatraz resmi ditutup tahun 1963.

Penjara Carandiru

Sama seperti dua rumah tahanan sebelumnya, penjara yang berada di Sao Paolo, Brasil, ini menjadi salah satu yang terkejam karena pertumpahan darah yang pernah terjadi. Pada tahun 1992, terdapat perkelahian antar kelompok yang kemudian melibatkan narapidana lain.

Penjara Carandiru [sumber gambar]
Polisi penjaga datang dengan senjata lengkap untuk mengamankan. Sayang, mereka justru menembaki para napi yang sudah meletakkan senjata dan menyerah. Ratusan korban berjatuhan, sebanyak 111 di antaranya meninggal dunia. Karena hal inilah, polisi penjaga penjara Carandiru sempat diprotes habis-habisan oleh masyarakat.

Peristiwa berdarah di Penjara Carandiru [sumber gambar]
Selain kejadian yang nahas tersebut, fasilitas penjaga ini juga dikenal buruk. Polisi penjaganya juga brutal. Bahkan, ribuan tahanan meninggal karena dibunuh oleh sesama narapidana dan para penjaga. Beberapa di antara tahanan yang meninggal juga karena tersebarnya AIDS di sana.

BACA JUGA: 7 Geng Penjara Paling Berbahaya yang Ditakuti oleh Polisi di Dunia

Penjara-penjara di atas memang sangat menyeramkan. Selain tempatnya sendiri yang membuat bergidik ngeri, pembantaian yang pernah terjadi menambah kekelaman rumah tahanan ini.

Written by H

pasien rsj curi tabung gas boombastis.com

Mantan Pasien RSJ Jual Belasan Tabung Gas Curian Lalu Bagikan Uangnya ke Fakir Miskin

KTP, KK, sampai Ijazah, 10 Dokumen Penting Ini Malah Berakhir Jadi Bungkus Gorengan