Apa yang kamu lakukan saat kamu berusia 7 tahun? Menuntut ilmu di sekolah, kemudian bermain bersama teman-teman seusai pulang sekolah? Banyak dari kita yang melakukan kegiatan itu. Terdengar simpel, tapi siapa sangka hal ini tidak bisa dilakukan oleh banyak anak di Indonesia? Banyak anak yang seharusnya belajar dan bermain, malah menjadi tulang punggung keluarga atau membantu kedua orang tuanya untuk mendapatkan uang.
Seperti sosok Rizal, seorang anak berusia 7 tahun yang harus menghabiskan waktu luangnya untuk mencari nafkah. Seharusnya, sepulang sekolah atau di hari liburnya, bocah seusia Rizal bisa bermain bersama teman-temannya. Namun, Rizal harus membantu ibunya berjualan agar bisa makan dan membeli kebutuhan sehari-hari mereka.
Di video lain, terlihat Rizal membawa kresek berwarna merah berisikan tisu yang akan dijualnya. Tubuh mungilnya berjalan agak limbung karena ukuran kresek yang hampir menyamai tubuhnya. Tapi, ia tetap dengan percaya diri menjajakan tisu dagangannya kepada orang-orang yang tengah duduk atau berlalu lalang. Satu buahnya, Rizal menjajakan tisu seharga Rp5.000.
Bara pun melanjutkan bertanya, apakah Rizal punya pesan untuk sang ibu. Rizal pun mengatakan bahwa ia sangat menyayangi ibunya. Ia berharap agar ibunya bisa selalu sehat. Rizal mengatakan bahwa dunia sangat kejam untuknya. Di umur yang sekarang ini, seharusnya ia bisa bermain. Tapi nyatanya, dunia menyuruhnya untuk bekerja dan membantu keperluan keluarga.
BACA JUGA: Sekolah Sambil Jualan Bakso, Beginilah Perjuangan Bocah SD Melawan Kerasnya Kehidupan
Kisah Rizal begitu menyentuh dan seharusnya menyadarkan kita, orang-orang yang mungkin memiliki nasib lebih baik dari Rizal. Seharusnya, kita lebih bersyukur akan apa yang telah kita miliki.