Cocos, Pulau satu ini bisa dibilang sangat asing bagi orang-orang Indonesia. Jangankan bagaimana dalamannya, letaknya saja kemungkinan banyak yang tidak tahu. Ketidaktahuan seperti ini sebenarnya sangat disayangkan banget. Pasalnya, Cocos bisa dianggap sebagai salah satu bagian dari kita, Indonesia.
Ya, kita dan Pulau Cocos memang memiliki semacam keterkaitan. Terutama karena penduduknya yang rata-rata berdarah Indonesia, serta memiliki kemiripan bahasa dan juga bahasa. Belum lagi soal agama, di sana ternyata juga mayoritas memeluk Islam serta mempunyai kemiripan budaya keagamaan sama seperti di Indonesia. Sayangnya, Cocos sendiri adalah milik Australia meskipun jaraknya sebenarnya lebih condong ke Indonesia.
Tentang kesamaan di atas, kamu mungkin bertanya-tanya kenapa bisa begitu. Ya, ternyata ada sebuah sejarah yang terjadi di masa lalu sehingga pada akhirnya menciptakan hal unik tersebut. Selengkapnya, berikut adalah seluk-beluk Pulau Cocos yang mungkin belum kamu ketahui.
Dilihat dari teritorialnya, Pulau Cocos bukanlah wilayah Indonesia. Tapi, ketika kita pergi ke sana, rasanya seperti tak ke mana-mana. Alasannya tak lain karena orang-orang sana yang tipikal fisiknya sama dengan kita. Ya, memang, pulau Cocos ini dihuni oleh orang-orang Melayu. Lebih tepatnya Melayu Indonesia.
Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa bisa ada orang Melayu di pulau antah berantah ini. Ya, hal tersebut tak lain karena pengaruh peristiwa bersejarah di masa lalu. Jadi, dulu sekali sekitar tahun 1800an, seseorang asal Skotlandia bernama Alexander Hare, membawa orang-orang Melayu untuk dipekerjakan di sini. Jumlahnya cukup banyak dan rata-rata berasal dari Indonesia, mulai dari Malaka, Sumatera, Batavia, Cirebon, dan lain sebagainya.
Pergi ke wilayah lain bukan berarti harus melepaskan atribut adat dan budaya yang sudah kadung melekat. Sebisa mungkin tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas. Dan hal inilah yang memang dilakukan penduduk Cocos. Meskipun mereka terpisah jauh dari Indonesia dan suku induk Melayunya, tapi mereka tetap mempertahankan kebudayaan leluhur. Entah ritual, kesenian, dan lain sebagainya.
Tak hanya fisik, budaya, dan bahasa, penduduk Cocos juga mayoritas beragama Islam Sunni, sama seperti di Indonesia. Di sana Islamnya begitu kental memang, tak hanya dibuktikan dengan berdirinya masjid-masjid, tapi juga keberadaan mushola-mushola permanen di tiap sekolah.
Dilihat dari fakta-fakta di atas, tak bisa disangkal lagi kalau Cocos memang Indonesia banget. Sayangnya, pada kenyataannya fakta berkata lain. Mereka bukan bagian dari kita lantaran Cocos dimiliki oleh Australia. Namun, terlepas dari itu, kita patut bangga karena orang Indonesia ternyata ada di mana-mana.
Belakangan ini, dunia perfilman Indonesia dihebohkan oleh pengangkatan Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama PT Produksi…
Lagu ‘Garam dan Madu’ yang dibawakan oleh Tenxi, Jemsii, dan Naykilla menjadi fenomena musik yang…
“Ubur-ubur ikan lele. Kasus korupsi Pertamina nyembur, se-Indonesia heboh, le!” Heran melihat tiba-tiba banyak SPBU…
Kurma jadi salah satu makanan yang identik dengan bulan Ramadan. Setiap bulan suci ini datang,…
Komedian Nunung kembali menjadi sorotan setelah mengungkap perjuangannya melawan penyakit yang mengharuskannya menjalani pengobatan tanpa…
Band punk asal Purbalingga, Sukatani, menjadi sorotan setelah mengumumkan penarikan lagu mereka yang berjudul "Bayar…