Layaknya kereta Shinkansen yang terus melaju di atas rel, prestasi Lalu Muhammad Zohri seperti tidak ada berhentinya. Mungkin hal tersebut terlihat berlebihan, namun jika melihat track recond selama ini kalimat tadi adalah sesuatu yang wajar untuknya. Pasalnya, pasca Kejuaraan Dunia Atletik U-20 2018 di Tampere, pemuda Lombok ini tidak henti-hentinya menorehkan prestasi hebat.

Seperti contohnya baru-baru ini pada Sabtu (30/3/2019), Zohri yang turun di ajang Malaysia Open Grand Prix 2019 di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur, berhasil catatkan prestasi ciamik. Bahkan pelari negeri tetangga dibuat ‘kalang kabut’ untuk menyamai torehan waktu cepat sang pemuda 18 tahun tersebut. Dan berikut kisah hebat Lalu Muhammad yang sukses ‘guncang’ markas Timnas Malaysia tersebut.

Kalahkan pelari tuan rumah, Zohri berjaya di nomor ini

Seperti telah disinggung di awal tadi tentang bagaimana capaiannya di kejuaraan Malaysia itu, Zohri bisa dibilang tampil tanpa celah. Hal ini dapat dilihat dari kiprah Zohri yang seperti tanpa hambatan di babak semifinal sampai menuju final. Di mana kiprahnya sebelum partai pamungkas, pemuda asal Lombok ini sukses menjadi tercepat dengan waktu 10,26 detik, sekaligus unggul atas pelari tuan rumah yakni Russel Alex Nasir Taib dan Nixson Kennedy.

Setali tiga uang dengan capaian semifinal tadi, Zohri lagi-lagi tampil garang ketika berlaga pada partai final. Dirinya yang berlari di lintasan enam, berhasil torehkan waktu terbaik dengan 10,20 detik, sekaligus mengalahkan tuju pelari lainnya dari berbagai negara Asia. Sedangkan, untuk peringkat dua dan tiga diperoleh oleh sprinter asal Malaysia serta Taiwan.

Capaian di Malaysia masih belum memenuhi targetnya

Meski sukses harumkan nama negara, ternyata diam-diam Zohri menyimpan ambisi (target) yang belum bisa terbayar dari kejuaraan tersebut. Dikutip Boombastis dari Tempo.com, pemuda 18 tahun ini berujar kalau belum puas dengan torehan waktu yang hasil emas di ajang tersebut, Zohri berkeinginan untuk memecahkan catatan waktu ketika jadi nomor satu di kejuaraan dunia Finlandia pada bulan Juli 2018 silam.

Aksi Zohri di Asian Games [Sumber Gambar]
Ketika itu, pemuda yang sempat ramaikan ajang Porprov X NTB ini berhasil menorehkan waktu super kilat yakni 10,18 detik. Catatan yang saat itu juga menjadi sebuah rekor dunia cabang atletik. Kendati kini belum mampu tembus hal tersebut, besar harapan pemuda murah senyum ini mampu menembus rekor itu.

Di balik kemenangan Zohri, tenyata tidak ada beban target dari pemerintah

Selain hal tadi, ternyata setelah penulis telusuri, kemenangan Zohri itu tergolong sedikit mengagetkan pelatih dan federasi. Pasalnya, selain ajang internasional pertamanya tahun ini, menurut pelatihnya  yakni Eni Nuraeni, pemuda yang juga bertanding di nomor estafet ini tidak dibebani target yang muluk-muluk. Ungkapnya, kepada awak media hanya menargetkan Zohri bisa menerapkan apa yang sudah dipelajari selama latihan di kejuaraan ajang tersebut.

Zohri menerima medali emas [Sumber Gambar]
Meski begitu, pasca ajang Asian Games 2018, emas yang diraih oleh Zohri di nomor 100 meter Malaysia Open Grand Prix 2019 menjadi yang terbaik untuknya. Selain itu, usut punya usut ternyata pasca ajang multi event olahraga di Indonesia tersebut, pemuda Lombok ini memfokuskan dirinya untuk menghadapi ujian nasional.

Zohri bersiap menembus olimpiade dan kejuaraan atletik doha Qatar

Kalau melihat agendanya, perjalanannya Zohri di olahraga ini tidaklah berhenti di sini ajang tersebut saja. Lebih jauh dari itu, pemilik Zohrimart tersebut masih akan menghadapi banyak ajang-ajang lari lagi. Seperti salah satunya, menurut pelatihnya yaitu Eni, pada bulan April nanti akan terbang ke Qatar untuk sebuah perlombaan Asian Athletics Championship 2019.

Zohri menjadi juara [Sumber Gambar]
Sedangkan, pada bulan September mendatang akan bertanding di kejuaraan dunia atletik. Banyaknya pertandingan yang dihadapi Zohri ini bertujuan untuk meningkatkan poin dan peringkat pemuda Lombok di International Association of Athletics Federation (IAAF) 2019. Di mana untuk sementara, ia ada di urutan 68. Dan memerlukan 6 kali loncatan rangking lagi untuk bisa mentas di ajang Olimpiade Tokyo Jepang 2020.

BACA JUGA: Inilah Sosok di balik Kesuksesan Lalu Muhammad Zohri Hingga Jadi Juara Dunia

Berkaca dari kiprahnya tadi, agaknya bila terus bisa konsisten bukan sesuatu sulit untuk Lalu Muhammad Zohri terus menambah lemari penghargaannya. Dan mampu memenuhi ambisi untuk bisa mentas di kejuaraan olahraga termasyur olimpiade. Kalau menurut kalian bagaimana sobat Boombastis, apakah akan terus ugal-ugalan?