Begitu sulitnya ekonomi di Indonesia saat ini, membuat banyak orang mengidamkan sebuah profesi atau pekerjaan yang menjanjikan kehidupan yang lebih baik. Salah satu pilihannya mungkin dengan mengabdi pada negara sebagai anggota Polri. Meski tak mudah karena harus melewati serangkaian tes, banyak dari mereka yang ingin masuk menjadi bagian dari korps baju cokelat tersebut.
Namun, berbeda dengan apa yang dialami oleh seorang Perwira Pertama Polisi (pama) bernama Inspektur Dua (Ipda) Triadi. Dilansi dari news.detik.com, pria yang bertugas di Satuan Sabhara Polres Kendari itu malah dipecat dari kesatuannya. Entah karena kurang merasa bosan atau ada hal lain, Triadi terpaksa dicopot lantaran dianggap telah mangkir dari tugasnya sebagai anggota Polri. Lah, gimana ceritanya sih?
Saat menjalani sidang kode etik, terungkap fakta mengejutkan soal mangkirnya Ipda Triadi sebagai anggota Polri dalam waktu yang lama. Dilansir dari news.detik.com, ia mengaku tidak melaksanakan tugas tanpa izin ke pimpinan karena menjadi tukang ojek. Dalam sehari, ia mendapatkan penghasilan Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu dari pekerjaan sampingan tersebut.
Jika giat bekerja, Ipda Triadi sejatinya memilik posisi yang lumayan di jajaran kepolisian. Sebagai perwira pertama (pama), ia telah menjabat sebagai Wakapolsek Satuan Sabhara Polres Kendari. Namun apa daya, profesi sampingan sebagai tukang ojek rupanya lebih menarik dibandingkan menjadi seorang petinggi Polri. Ipda Triadi pun menempuh resiko dengan meninggalkan profesinya tersebut tanpa kabar.
Dalam putusan sidang, Ipda Triadi akhirnya diputuskan mendapat sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat (PTDH). Ia dianggap telah melakukan Pelanggaran Kode Etik Profesi Polri berupa meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan lebih dari 30 hari kerja secara berturut-turut. Secara otomatis, jabatannya sebagai Wakapolsek pun ikut dicopot seketika.
BACA JUGA: Mengenal Jenderal Polisi yang Kerap Cium Tangan Pedagang Tua dan Jadi Tukang Gali Kubur
Cukup bikin heran juga ya. Jabatan mentereng sebagai Wakapolsek dengan gaji Rp 8 juta, sejatinya lebih dari cukup untuk hidup di Indonesia. Yah, apa boleh buat. Nasi telah menjadi bubur. Entah bosan menjadi seorang aparat kepolisian atau ternyata lebih enjoy ngojek, pilihan telah ditetapkan oleh sosok Ipda Triadi di atas. Gimana menurutmu Sahabat Boombastis.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…