Barangkali, kita memang bisa sembuh dari sakit setelah meminum obat. Namun, sesungguhnya obat tak begitu baik bagi tubuh. Efek sampingnya sangat banyak. Beberapa bahkan membuat organ dalam seperti hati atau ginjal tak berfungsi dengan baik. Meski demikian, dokter tetap memberi kita obat kimia itu dengan harapan kita segera sembuh dan penyakit tak menjadi semakin parah.
Ternyata, pihak perusahaan farmasi juga ikut ambil bagian agar dokter selalu memberikan obat kepada pasiennya. Jika dokter menyuruh pasien menggunakan obat tradisional, perusahaan jadi gulung tikar. Padahal banyak efek samping dari obat yang bisa membuat pasien jadi mengalami gangguan. Berikut tujuh cara perusahaan farmasi meracun kita setiap hari dengan produk andalan yang katanya manjur itu!
1. Risperdal – Obat Schizophrenia dan Bipolar Disorder
Obat Risperdal awalnya dikembangkan untuk mengobati Schizophrenia dan Bipolar Disorder. Namun dalam perkembangannya obat ini jadi digunakan untuk mengobati anak yang mengalami autis. Badan Obat dan Pangan Amerika bahkan melegalkan obat ini pada tahun 1994. Namun lambat laut obat ini justru memberikan efek yang tak baik bagi banyak orang terutama anak-anak.
2. Xarelto – Mencegah Penggumpalan Pada Darah
Xarelto dipasarkan sebagai obat untuk anti pembekuan darah. Pasien dapat menggunakan obat ini dengan meminumnya. Obat ini mampu menyembuhkan DVT atau pembekuan pada kaki (kaki seperti bengkak), dan juga penyumbatan paru-paru akibat darah menggumpal. Efeknya sungguh ajaib, namun obat ini juga memberikan efek yang bisa dibilang cukup mengerikan!
3. Zofran – Obat Untuk Mengurangi Mual dan Muntah
Biasanya Zofran digunakan untuk pasien kemoterapi. Rasa mual dam ingin muntah saat cairan kimia dimasukkan dalam tubuh dapat diatasi dengan Zofran. Namun dalam penggunaannya Zofran justru dijual kepada ibu yang sedang hamil. Pihak perusahaan farmasi terus melakukan promosi besar-besaran meski Badan Obat dan Pangan Amerika melarangnya untuk digunakan pada wanita hamil.
4. AndroGel – Testosteron Gel
Banyak sekali pria di seluruh dunia yang ketakutan jika sampai kadar testosteronnya menurun. Dampaknya mereka tidak akan dapat menjalankan fungsi seksualnya secara baik. Lalu muncullah obat oles bernama AndroGel. Obat ini berfungsi menaikkan kadar testosteron pada tubuh secara signifikan meski efeknya hanya sementara saja.
5. Stryker Rejuvenate – Alat yang Diimplankan ke Tubuh
Stryker Rejuvenate adalah alat yang dipasang dalam tubuh manusia. Alat ini akan menggantikan organ tubuh seperti tulang kaki, dan tulang panggul yang retak. Dokter bisa memasang alat ini di dalam tubuh manusia hingga mobilitas tubuh bisa kembali dengan baik. Namun risikonya ternyata besar.
Beberapa kasus pemasangan Stryker Rejuvenate, didapati adanya pengkaratan pada alat. Selain itu ada kemungkinan juga alat bisa luruh dan pecah di dalam tubuh manusia. Dampaknya, tubuh akan kemasukan banyak sekali objek asing dalam daging hingga ikut masuk ke pembuluh darah. Bisa dibayangkan bagaimana dampaknya kan? Meski telah dilarang untuk digunakan, namun Stryker Rejuvenate masih jadi alternatif banyak orang yang mengalami cidera pada tulangnya.
6. Nuvaring – Cincin Untuk Alat Kontrasepsi
Sekitar tahun 2001, sebuah perusahaan besar Merck melakukan terobosan baru untuk alat kontrasepsi. Mereka membuat alat berupa cincin elastis yang bisa digunakan oleh wanita untuk menangkal kehamilan pasca berhubungan badan dengan pasangannya. Nuvaring akan menyebarkan progestin dan estrogen dosis kecil selama tiga minggu usai menstruasi. Fungsi lain dari Nuvaring adalah untuk mencegah sel sperma masuk lebih dalam hingga kemungkinan hamil semakin kecil.
7. Yaz – Pil Untuk Mengendalikan Kehamilan
Yaz adalah pil untuk mengendalikan kehamilan, diproduksi oleh perusahaan farmasi besar Bayer. Mereka menargetkan pasar pada wanita berusia di bawah 35 tahun. Alasannya adalah, pil dapat menurunkan berat badan wanita dibalik fungsi utamanya untuk mengendalikan kehamilan. Promosi yang sangat menarik membuat obat ini jadi laris manis karena wanita adalah makhluk yang sangat ingin langsing pasca menikah atau melahirkan.
Meski sangat laris, ternyata pil ini juga menyimpan segudang efek samping. Salah satu yang sering terjadi adalah meningkatnya kerja jantung secara tiba-tiba. Yaz juga dapat menyebabkan penggumpalan darah di beberapa sendi pada wanita. Dari awal dirilis hingga sekarang, Bayer telah membayar denda sebesar 750 juta dolar kepada konsumennya yang dirugikan!
Itulah tujuh cara perusahaan farmasi besar meracuni kita setiap hari. Promosi hebat yang mereka lakukan bisa jadi hanya trik untuk menaikkan omzet. Tanpa memperhatikan efek samping yang nantinya akan dialami penggunanya. Bijaklah dalam menggunakan obat!