Mengikuti pelajaran secara online telah menjadi sebuah kebiasaan baru bagi para siswa dan mahasiswa di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Namun, tak semuanya beruntung bisa mengakses pelajaran daring tersebut dengan mudah karena buruknya kualitas sinyal internet.
Beberapa siswa maupun mahasiswa di daerah-daerah terpaksa harus berusaha keras hanya untuk belajar secara daring. Mulai dari naik pohon yang lebih tinggi atau berjalan naik turun bukit buat cari sinyal, bahkan hingga berutang demi membeli kuota internet. Seperti apa kisah mereka? Simak ulasan berikut ini.
Siswa SD di Grobogan, Jawa Tengah harus mendaki bukit untuk mencari sinyal
Mahasiswa meninggal dunia karena terjatuh dari menara masjid demi sinyal internet
Panjat pohon demi kelancaran saat kuliah online
Rela berutang demi membeli kuota internet
Curhatan siswa ke Mendikbud Nadiem Makarim
https://www.instagram.com/p/CArpxHPpMvU/?utm_source=ig_embed
Perlombaan Menulis Surat untuk Mendikbud yang diselenggarakan pada 11-17 Mei 2020 lalu, menjadi ajang bagi para siswa di Indonesia untuk curhat soal kondisinya pada Nadiem Makarim. Ada lima surat yang terpilih dari 6.689 yang dikirimkan. Salah satunya adalah kisah Alfiatus Sholehah, siswi kelas VB SDN Pademawu Barat, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Dirinya mengaku bahwa kedua orang tuanya berprofesi sebagai buruh tani mencari utangan demi membeli pulsa kuota internet agar dirinya bisa belajar.
BACA JUGA: Curhatan Para Murid yang Belajar Online Akibat Corona, Tak Sedikit yang Stres karena Tugas
Mengikuti pelajaran secara online sejatinya memudahkan proses belajar bagi para siswa dan mahasiswa di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Hanya saja, tak semua punya kemudahan berupa kuota maupun mengakses internet dengan lancar lantaran terganjal masalah koneksi dan lokasi yang terpencil. Mudah-mudahan pemerintah bisa memberikan solusi terkait permasalahan ini.