Indonesia benci penjajah itu fakta. Bagaimana tidak, mereka telah merebut semuanya dari tangan kita. Entah itu kekayaan alam, lebih-lebih kebebasan dan juga nyawa para pejuang dulu. Bahkan kebencian itu masih terasa sampai sekarang terutama ketika kita kembali mengingat cerita-cerita para leluhur yang diperkosa, dibunuh, dan dipekerjakan sampai mati demi keuntungan mereka.
Baca Juga : 7 Cara Mantan Presiden Soekarno Memikat Hati Wanita
Kita membenci mereka sampai-sampai menutupi fakta jika ada beberapa dari mereka yang mengambil sikap berlainan. Ya, ternyata tak semua dari penjajah itu kurang ajar, bengis, dan sebagainya. Ada sebagian dari mereka yang justru sangat mencintai negara ini bahkan melebihi orang Indonesia sendiri. Hal tersebut ditunjukkan melalui sikap baik mereka terhadap leluhur kita dulu. Bahkan sampai ada pula yang ikut memperjuangkan kemerdekaan negara ini.
Alih-alih membenci mereka karena asal bangsanya, kita justru harus menaruh hormat. Pasalnya, ketika kita ada di posisi mereka belum pasti akan melakukan hal yang sama. Nah, siapa sajakah orang-orang hebat ini? Berikut ulasannya.
Tak ada yang menyangkal kalau Douwes Dekker adalah seorang pria keturunan Belanda. Meskipun begitu, semua orang menghargai jasa-jasa beliau yang amat penting bagi Indonesia. Douwes Dekker memulai kiprahnya dengan melanglang buana sejak muda untuk membenahi apa yang menurutnya tak pantas. Misalnya ikut Perang Boer di Afrika Selatan gara-gara tak terima perlakuan Inggris terhadap para petani, hingga deretan konflik lainnya di tempat yang berbeda-beda.
Kiprahnya bagi Indonesia sangat penting. Ia adalah anggota Tiga Serangkai kebanggaan Indonesia dengan dua orang karibnya Tjipto Mangoenkoesoemo dan Ki Hajar Dewantara. Ia juga yang melatar belakangi berdirinya Indische Partij. Momen paling mengharukan seorang Douwes Dekker adalah ketika ia bisa menyelundupkan dirinya dari Amsterdam ke Indonesia. Momen itu bertepatan dengan merdekanya negeri ini. Semangat nasionalismenya begitu membuncah padahal darahnya adalah Belanda.
Apa jadinya jika seorang tentara andalan Belanda malah justru berbalik membela bangsa yang dijajahnya untuk kemudian mengusir negaranya sendiri? Terkesan sangat drama, namun hal tersebut benar-benar dilakukan oleh seorang tentara bernama Princen Poncke. Sejak pertama kali menjejakkan kakinya di Indonesia, ia merasa ada sesuatu yang salah dengan apa yang dilakukannya. Sejenak Princen terkenang akan Nazi yang pernah menginjak-injak Belanda.
Kiprah Princen berbuah manis. Pertarungan demi pertarungan dimenangkannya bersama pejuang lainnya. Hingga pada akhirnya ia pun menasionalisasi dirinya dengan berpindah kewarganegaraan. Ia bahkan mendapatkan sebuah lencana dari Presiden Soekarno. Setelah lepas masa perjuangan, sosok satu ini masih berjuang kali ini dengan mendirikan banyak LSM yang berkutat pada masalah HAM.
Ketika Perang Dunia II usai, Jepang yang berada di pihak kalah harus segera mengungsikan para pasukannya di negara-negara jajahan, termasuk pula Indonesia. Namun menariknya, ternyata tak semua mau kembali ke Jepang. Beberapa justru ingin menetap dan membantu rakyat memperjuangkan kemerdekaannya. Nah, salah satu dari banyak prajurit Jepang memutuskan untuk tinggal adalah Shigeru Ono.
Namun, akhir-akhir ini Ono mengungkapkan kekesalannya dengan negara ini. Ya, kasus korupsi yang menggila beberapa waktu belakangan membuat ia muak. Ono bahkan merasa jika perjuangannya sama sekali sia-sia. Meskipun begitu ia tetap berharap banyak. “Indonesia itu maju, lebih kuat, secara internasional, itu harapan,” ungkap Ono ketika ditanya tentang harapannya untuk bangsa ini.
3,5 tahun di Indonesia mungkin terasa sebentar bagi Jepang, tapi sangat lama bagi kita. Ya, waktu sepanjang ini lebih dari cukup untuk merasakan kekejaman Jepang yang melegenda itu. Namun lagi-lagi, tidak semua orang Jepang yang ada di Indonesia kejam. Beberapa mereka juga sangat menyayangi negeri ini dan apa yang ada di dalamnya.
Singkat cerita, cinta Fukuda tak terbalas lantaran si gadis ini ternyata sudah punya suami. Uniknya, Fukuda justru tak marah. Ia malah melepaskan sang dambaan hati sambil tak lupa mengatakan, “silakan jika itu pilihanmu.” Kisah ini seakan membuka tabir kelam kekejaman Jepang yang ternyata tak semuanya seperti apa yang sering kita duga.
Baca Juga : 5 Operasi Paling Kotor yang Pernah Dilakukan CIA
Meskipun bukan berdarah Indonesia, tapi deretan sosok ini begitu mencintai bangsa Indonesia. Bahkan beberapa rela berjuang hebat agar negara ini bisa bebas dari belenggu penjajahan yang pelakunya adalah bangsa mereka sendiri. Lalu bagaimana dengan kita? Apakah rasa nasionalisme kita juga sebesar itu untuk bangsa?
Senin (17/2/2025), situasi di Indonesia tiba-tiba mencekam bersamaan dengan munculnya aksi-aksi demo yang digelar oleh…
Sedang heboh tagar #KaburAjaDulu di berbagai media sosial. Sebuah ajakan untuk meninggalkan Tanah Air demi…
Nama Abidzar Al-Ghifari kembali menjadi sorotan setelah pernyataannya tentang drama Korea dalam sebuah podcast menuai…
Ketika wajib pajak susah bayar pajak, siapa yang dirugikan? Bukan hanya pemerintah tetapi juga masyarakat…
Nama Iris Wullur mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah ia membongkar dugaan perselingkuhan…
Sudah saatnya untuk selalu waspada terhadap tawaran kerja yang menggiurkan. Seperti kisah tentang 100 wanita…