Di peradaban modern seperti saat ini, banyak penemuan-penemuan canggih yang mampu merubah wajah dunia hingga berubah begitu cepatnya. Tak banyak yang tahu bahwa akar dari teknologi canggih tersebut, telah ditemukan oleh ilmuwan muslim berabad-abad yang lalu. Bahkan, dari temuan tersebut, akhirnya bisa menghasilkan sebuah teknologi yang bahkan masih digunakan hingga saat ini.
Sayangnya, banyak dari masyarakat didunia ini hanya mengetahui penemuan modern tersebut ditemukan oleh orang-orang Eropa, tanpa melihat akar yang bersumber dari teknologi tersebut. Tak banyak yang tahu, justru para ilmuwan muslim-lah yang berjasa dibalik serangakaian penemuan tersebut. Untuk lebih jelasnya, silahkan simak penemuan imuwan muslim dibawah berikut ini.
sejak abad ke-7, umat islam telah mengembangkan sebuah gaya hidup higienis berupa penggunaan sabun yang saat itu belum terpikirkan oleh peradaban lainnya. Dalam sebuah buku yang berjudul Technology transfer In Chemical Industries, Ahmad Y Al-Hassan mengemukakan, Kota-kota besar seperti Nablus di Palestina serta Basrah dan Kufah di Irak, merupakan sentra penghasil sabun terbesar pada masa itu.
Tak hanya sabun, para intelektual muslim tersebut juga telah mengembangkan sebuah formula khusus sebagai cikal bakal parfum dan wewangian. Penemuan tersebut dikembangkan oleh dua orang ahli kimia yang terkenal pada masa itu, yakni Jabir Ibnu Hayyan (721-815 M) serta Al-Kindi (805-873 M), dalam bukunya yang berjudul Kitanb kImiya al- ‘ltr .
Institusi pendidikan seperti sekolah dan universitas, ternyata berasal dari masjid yang digunakan sebagai tempat untuk menuntut ilmu dan pendidikan lainnya. Sering perkembangan agama Islam yang semakin meluas dibangunlah madrasah sebagai institusi formal yang bisa digunakan belajar untuk murid-murid tersebut. Tercatat, pada tahun 859, dibangunlah sebuah universitas formal pertama di dunia yang bernama al-Qarawiyin, di kota Fez, Maroko.
Tanpa jasa Ilmuwan muslim yang termasyhur ini, mungkin keberadaan komputer hanya sebatas angan belaka. Hidup pada tahun 780-850 di Persia dan Iraq, Muhammad Bin Musa al-Khawarizmi mengembangkan sebuah ilmu hitung yang bernama Al Jabar. Metode tersebut tertulis dalam bukunya yang fenomenal, Al-Kitāb al-mukhtaṣar fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala atau buku ringkas perhitungan Aljabar dan keseimbangan.
Sejarah mencatat, bahwa seorang Ilmuwan Muslim yang bernama Ibnu al-Haytham, merupakan orang pertama yang membuat konsep sebuah alat penangkap gambar. Konsep ini ditemukan oleh dirinya saat menjadi tahanan rumah oeh dinasti Syah Fatimiyyah yang berkuasa pada masa itu. Dirinya fokus meneliti cara kerja cahaya untuk menangkap sebuah gambar
Dengan adanya sederet penemuan diatas, hal tersebut bisa membuka mata dan telinga kita, tentang asal-usul benda-benda modern seperti saat ini. Para Saintis Muslim tersebut berhasil mengolah pemikiran dan ilmu mereka, menjadi sesuatu yang bermanfaat. Tak hanya men-sejahterakan peradaban umat manusia, mereka juga meninggalkan warisan yang bernilai bagi masa depan umat Islam dan dunia yaitu ilmu pengetahuan.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…