Ilustrasi Si Pitung [Image Source]
Cerita tentang pendekar nggak cuma ada di film-film luar negeri saja. Kenyataannya, Indonesia juga punya banyak orang-orang dengan kemampuan berkelahi dan semangat juang yang tinggi sehingga mereka pantas disebut sebagai pendekar.
Beberapa orang berikut ini, konon memiliki kesaktian yang begitu tersohor. Bahkan mereka dengan gigih menentang para penjajah sampai pusing dibuatnya.
Nama si Pitung bisa jadi sudah banyak dikenal karena namanya memang melegenda. Ia berasal dari kampung Rawabelong, Jakarta Barat. Nama aslinya adalah Salihoen, tapi kemudian dipanggil Pitung yang berasal dari kata bahasa Sunda pitulung dengan arti penolong.
Entong Gendut adalah seorang tokoh pendekat Betawi yang berasal dari daerah Condet. Ia terkenal sebagai sosok yang berpegang teguh pada prinsipnya. Sebagai seorang tokoh masyarakat, ia sebenarnya pernah ditawari untuk menjadi raja muda di Condet oleh Belanda, tapi ditolaknya.
Nyimas Gamparan adalah seorang pahlawan yang berasal dari daerah Banten. Namanya tidak terlalu sering didengar, meski sebenarnya ia juga termasuk sosok heroik yang menentang ketidakadilan penjajah Belanda. Bersama puluhan prajurit wanitanya, ia menggunakan taktik perang gerilya dalam melawan pasukan Belanda.
Nyimas Melati adalah anak perempuan Raden Kabal yang secara aktif terus melawan penjajahan Belanda. Wanita asal Tangerang tersebut tidak tinggal diam, ia juga turut terlibat dalam perjuangan melawan penjajah.
Salah satu pahlawan lain yang juga disegani adalah Haji Darip yang dikenal sebagai jagoan sekaligus pejuang. Meski bagi penduduk lokal dikenal sebaga pahlawan, pihak kolonial Belanda justru menganggapnya sebagai bandit karena selalu mengusik pemerintahan Batavia.
Sakera adalah pejuang legendaris dari Bangli, Pasuruan. Ia dikenal sebagai sosok yang baik hati dan sangat memperhatikan kesejahteraan rekan-rekannya. Karena itulah, ketidakadilan penjajah Belandan membuatnya marah dan membunuh para antek Belanda.
Itulah tadi beberapa jagoan asli Indonesia yang juga ikut menentang ketidakadilan penjajah. Namun sayangnya karena pada masa itu perjuangan masih kurang terorganisis, maka perlawanan berhasil ditumpas. Apalagi dengan cara licik penjajah yang mengadu domba masyarakat. Namun, hal itu tidak mengecilkan tekat dan keberanian mereka untuk melawan penjajah.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…