Naik gunung memang jadi salah satu hobi favorit anak muda hingga orang dewasa. Ada sensasi tersendiri ketika bisa mencapai puncaknya, hingga konon saat sudah turun, kita akan menjadi pribadi yang berbeda.
Namun, naik gunung bukan hanya tentang mencapai tujuan. Ketika kita sedang mendaki dengan banyak teman, saat itu menjadi latihan untuk mengasah solidaritas. Berangkat enam orang, pulangnya juga harus berenam. Lengkap sehat jiwa raga.
Baru-baru ini seorang pendaki ditemukan meninggal dunia di pos 7 Gunung Slamet. Setiap kali ada kabar pendaki gunung hilang atau gugur dalam pendakian, selalu membuat hati bergetar. Warganet yang mengetahui kabar ini membanjiri dengan doa dan simpati. Beberapa di antaranya juga mengisahkan seringnya menemukan kasus yang miris seperti ini.
Jangan egois menuju ke puncak
Kalau tujuanmu hanya puncak maka belum paham arti mendaki
Naik bersama, pulang bersama
Evakuasi pendaki, meninggal di pos 7 Gunung Slamet via Gunung Malang. Eevakuasi melalui jalur pendakian via bambangan, hari ini, tanggal 8/12/2020. JANGAN TINGGALKAN TEMANMU! pic.twitter.com/OKL1IhApuK
— Pendaki (@mountnesia) December 8, 2020
Aa Gym pernah mengatakan, ada 3 cara melihat karakter seseorang. Salah satunya dengan safar atau perjalanan jauh. Memang sih dengan menempuh perjalanan mendaki gunung yang tak jarang bertemu kesulitan atau melelahkan, bakal tersingkap aslinya sifat rekan seperjalanan kita. Bahkan, tak menutup kemungkinan bisa muncul ‘drama’.
BACA JUGA: 4 Tragedi Para Pendaki Hilang di Gunung, Ada yang Tak Pernah Pulang Hingga Kini
Namun, jangan jadikan alasan untuk berpisah jalan. Temukan solusi untuk bersama, paling tidak hingga selesai pendakian. Karena, tujuan utamamu adalah untuk PULANG.