Sepak bola mungkin sudah jadi cemilan bagi masyarakat Indonesia, ibaratnya no soccer no life. Bagaimana tidak, bukan hanya untuk sepak bola dalam negeri saja yang fanatis, namun juga buat klub-klub luar negeri. Kecintaan terhadap sepak bola tentu baik ya, karena selain bisa merasakan euforia juga menyatukan semua orang.
Namun siapa sangka tak semua cerita mengenai lapangan hijau selalu berakhir baik. Masih hangat isu terorisme beberapa waktu lalu, ternyata ada pemain-pemain bola yang ikut terlibat di dalamnya. Bahkan salah satunya berasal dari Indonesia. Lalu siapa saja para pemain itu? Simak ulasan berikut ini.
Mohamed Aboutrika pesepak bola mesir terjerat paham radikal
Pengadilan Mesir memasukkan nama pemain sepakbola legenda Mesir, Mohamed Aboutrika ke dalam daftar teroris. Hal ini dikarenakan dia diduga mendanai kegiatan Ikhwanul Muslimin (IM), yakni kelompok yang dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah sementara Mesir pada tahun 2013. Pun demikian tahun 2015, Pemerintah Mesir membekukan aset Mohamed Aboutrika.
Nizar Trabelsi yang sempat bertemu dengan Osama bin Laden
Nizar ben Abdelaziz Trabelsi adalah seorang pesepakbola berdarah Tunisia yang berkarir di Jerman. Trabelsi pernah membela beberapa klub sepakbola Jerman, di antaranya yakni Fortuna Dusseldorf, dan Wuppertaler SV. Awal mula Trabelsi dikaitkan dengan terorisme adalah ketika ia ditangkap di Belgia 2 hari setelah kejadian 9/11 di Amerika.
Kreshnik Berisha dari Yahudi, sepakbola hingga teroris
Kreshnik Berisha adalah pemain muda klub sepakbola Yahudi di German, TuS Makkabi Frankfurt. Dia ditangkap pada bulan Desember 2013 di bandara Frankfurt setelah kepulangannya dari Suriah selama 6 bulan untuk ikut berperang dengan ISIS di Kota Aleppo, Suriah Utara, tempat di mana para pemberontak berperang melawan pasukan yang setia kepada Presiden Suriah, Bashar al-Ashad.
Kiper Persikapro Jr. Probolinggo dan dugaan teroris
Penjaga gawang tim Liga Remaja musim tahun 2003, Persikapro Jr, yang berinisial AP, disinyalir terlibat dengan gerakan terorisme. Hal diketahui dari latar belakangnya yang sempat mengenal mendiang terpidana mati tragedi bom Bali tahun 2002 asal Lamongan, Amrozi. AP ditangkap pada 18 Mei 2018 di kediamannya di Jalan Taman Anggrek Perum Sumbertaman Indah, Kota Probolinggo.
BACA JUGA: 4 Alasan kenapa Sepak Bola Indonesia Tak Bakal Maju Sampai Kiamat!
Tentu adanya beberapa pemain yang terlibat terorisme ini mencoreng sportivitas sepak bola. Ini adalah sebuah kecolongan untuk kita bersama dan jangan sampai terulang kembali. Memang yang namanya terorisme adalah musuh untuk kita bersama.