Lucu

Berkenalan dengan Mbok Yem, Si Pemilik Warung Pecel Atas Awan di Gunung Lawu

Mendaki gunung sekarang merupakan kegiatan outdoor yang sedang digemari banyak orang. Ada yang memang karena mencintai alam dan hutan, ada pula yang hanya untuk bersenang-senang dan mengisi feed Instagram agar ciamik. Namun, terlepas dari alasan mendaki, sebelum melakukan pendakian pastinya kamu harus punya perlengkapan yang cukup agar sampai ke puncak dengan selamat.

Nah, tentang bekal nih Sahabat, kalau kamu ke Lawu sepertinya tak perlu membawa makanan banyak-banyak. Kenapa? Karena di atas gunung tersebut sudah ada warung legendaris yang sudah berdiri puluhan tahun. Enggak percaya? Simak dulu deh ulasan berikut!

Warung Mbok Yem, tempat makan pecel atas awan

Bagi yang pernah mengunjungi Lawu, pasti tau dengan sosok perempuan yang disebut sebagai Penunggu Lawu ini. Dialah Mbok Yem, pemilik warung pecel atas awan, yang disebut sebagai warung tertinggi di Indonesia. Ya, bayangkan saja, warung Mbok Yem berada di ketinggian 3.150 mdpl, atau hanya selisih 115 mdpl dari Puncak tertinggi Lawu, Puncak Hargo Dumilah.

Mbok Yem dan warung pecelnya [Sumber gambar]
Warung ini menjadi tempat favorit para pendaki loh. Ya, tak hanya pecel saja yang bisa ditemukan di sini. Kadang, di waktu tertentu si Mbok akan memasak Soto juga. Selain itu, berbagai jenis jajanan dan wedang bisa ditemukan di warungnya. Untuk harganya, sangat murah meriah. Satu porsi pecel hanya Rp10.000 saja. Setiap hari Mbok Yem bisa melayani 200-300 pendaki.

Mbok Yem sudah menetap berpuluh tahun di Lawu

Uniknya, si Mbok ini bukan hanya punya warung saja, tetapi juga menetap di sana. What? Ya, perempuan bernama asli Wakiyem ini sudah tinggal di atas Lawu sejak tahun 1980-an. Selama berpuluh tahun ia tinggal bersama anak-anak dan suaminya. Namun, sejak sang suami meninggal dunia, ibu empat anak ini tinggal sendirian.

Rumah Mbok Yem [Sumber gambar]
Dulunya ia hanya berprofesi sebagai pencari akar-akaran untuk jamu. Interaksi dengan para pendaki kemudian membuat ia memutuskan menetap dan menyediakan logistik di puncak Lawu. Warung Mbok Yem membuat para pendaki serasa mendapat fasilitas istimewa. Selain makanan, mereka bisa tidur gratis, nge-charge handphone, serta menonton televisi.

Selama satu tahun Mbok Yem hanya beberapa kali turun gunung

Di awal-awal mendirikan warung itu, Mbok Yem masih sering naik turun gunung dan mengangkut keperluan warungnya sendiri. Namun, seiring usia yang kian menua, perempuan yang bahkan lupa dengan usianya ini mengaku fisiknya sudah tidak lagi kuat. Dalam satu tahun, ia hanya turun 3-4 kali saja, ketika Idul Fitri dan menemui keluarganya, serta acara-acara tertentu saja.

Foto bersama para pendaki [Sumber gambar]
Selain itu, sosok legendaris ini akan tetap tinggal di pondoknya, walaupun cuaca sangat ekstrem. Mengenai logistik yang diperlukan, Mbok Yem mengaku ada orang yang membantunya membawakan bahan-bahan ke puncak Lawu beberapa kali dalam sebulan.

BACA JUGA: 3 Makhluk Misterius yang Dipercaya Menghuni Gunung Lawu

Mbok Yem adalah legenda hidup yang sangat terkenal di Lawu. Sosoknya sudah menjadi sahabat akrab setiap pendaki yang datang. Warung Mbok satu ini unik karena tak hanya buka musiman (seperti kebanyakan tempat makan di gunung lain), tetapi setiap hari. Usia yang semakin senja tak menghalangi si Mbok untuk tetap mencari nafkah. Sehat selalu ya Mbok, semoga suatu saat penulis juga bisa bertemu dengan Mbok Yem.

Share
Published by
Ayu

Recent Posts

Statemen Arra Bocah Viral Dianggap Menyinggung Pekerja Pabrik, Ortu Dikritik Netizen dan Psikolog

Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…

6 days ago

Profil Fedi Nuril, Sang Aktor yang Gencar Kritik Pemerintah dan Pejabat Publik

Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…

1 week ago

Kontroversi RUU TNI yang Mendapat Penolakan Masyarakat

Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…

2 weeks ago

Indonesia Airlines, Maskapai Indo tapi Memilih Berpusat di Singapura

Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…

2 weeks ago

Kasus Pencabulan oleh Kapolres Ngada, Akhirnya Pelaku Dimutasi

Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…

2 weeks ago

Terkuaknya Skandal Aktor Termahal Korea Selatan, Netizen: Hindari Pria Korea

Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…

3 weeks ago