Memang, masalah hutang menumpuk dan kesejahteraan yang tak rata selalu jadi satu hal yang pelik dialami semua negara. Tidak hanya negara miskin dan berkembang saja, bahkan sekelas Amerika dan Jepang pun juga merasakannya. Oleh sebab itu berbagai usaha dilakukan, bahkan mengeluarkan kebijakan tak bisa.
Seperti yang dilakukan oleh pemerintah Pakistan di mana mereka bahkan sampai menjual aset negara penting ke rakyat. Bayangkan saja mulai dari mobil mewah hingga helikopter pun terpaksa digadai demi bisa mencicil utang. Lalu kenapa sampai seperti itu, berikut ulasannya.
Adanya ratusan mobil yang dilelang pemerintah
Beberapa waktu yang lalu sepertinya Pakistan sempat membuat heboh dunia dengan salah satu kebijakannya. Bagaimana tidak pasalnya negara yang mayoritas penduduknya muslim ini melelang ratusan mobil mewah agar ada yang membelinya. Mobil-mobil yang dijual pun bukan sembarangan pasalnya banyak yang masuk dalam kategori barang mewah.

Tak hanya mobil, bahkan barang tak terduga pun dijual pemerintah sana
Tidak selesai dengan menjual mobil-mobil mewah milik negara, ternyata juga ada benda mahal lain yang dijual di sana. Usut punya usut, benda yang bikin banyak orang melongo itu adalah delapan ekor kerbau yang siap untuk dibawa pulang.

Bahkan kendaraan udara pun sampai dijual
Satu lagi yang bikin banyak orang tertarik adalah rencana dari Perdana menteri Pakistan Imran Khan yang berencana menjual kendaraan udara. Ya, empat unit helikopter milik pemerintah rupanya jadi barang yang paling dinanti-nanti ketimbang yang lain.

Semua dilakukan untuk memenuhi kas dan menutup hutang
Meskipun bisa dipandang sebagai salah satu kebijakan yang tak biasa, namun ada alasan lain pemerintah Pakistan melakukannya. Usut punya usut, semua dilakukan untuk mengisi kas negara yang dianggap menurun jumlahnya. Belum lagi negara ini juga sedang menanggung hutang yang lumayan parah sehingga butuh lebih banyak uang untuk menyelesaikannya.

Mekipun dibilang jadi kebijakan sangat nyeleneh, namun kembali lagi kalau semua dilakukan demi negara pula. Apalagi melihat keadaan kas serta utang yang dimiliki membuat mereka harus berpikir super ekstra. Semoga saja Indonesia dalam mengambil langkah yang bijaksana agar kejadian tersebut tidak terjadi di Indonesia